kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Menjelang rilis data EIA, minyak masih bertenaga


Selasa, 26 April 2016 / 14:01 WIB


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Harga minyak masih menanjak sebelum rilis data produksi dan cadangan minyak Amerika Serikat (AS).

Mengutip Bloomberg, Selasa (26/4) pukul 13.06 WIB, harga minyak kontrak pengiriman Juni 2016 di New York Merchantile Exchange menguat 0,28% ke level US$ 42,76 dibanding sehari sebelumnya.

Menurut survei Bloomberg, cadangan minyak AS diprediksi naik 1,5 juta barel pekan lalu. Sementara data resmi dari Energy Information Administration (EIA) akan dirilis pada Rabu (27/4).

"Minyak sedang mencari lagi dan lagi level solid di atas US$ 40 per barel tetapi dengan momnetum yang sepertinya melambat," ujar Angus Nicholson, analis IG Ltd. di Melbourne, seperti dikutip Bloomberg. "Masih ada kekhawatiran kelebihan pasokan dan keseimbangan pasar tentu tidak akan terjadi begitu saja," imbuhnya.

Harga minyak sudah kembali pulih setelah merosot ke level terendah sejak 2003 pada wal tahun ini. Penguatan harga minyak didorong oleh tanda-tanda surplus global akan mereda seiring dengan berkurangnya produksi minyak AS.

Sementara itu, Hitham Al-Ghais, manajer riset pasar Kuwait Petroleum Corp menyatakan, Kuwait berencana meningkatkan produksi minyak ke lebih dari 3 juta barel per hari dalam satu bulan ini atau dua kali lipat dari produksi saat pemogokan pekerja pekan lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×