kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Harga minyak WTI ditutup dengan penurunan 2,5%


Selasa, 26 April 2016 / 05:37 WIB


Sumber: CNBC | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

NEW YORK. Harga minyak dunia masih melorot pada transaksi Senin (25/4). Mengutip data CNBC.com, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengantaran satu bulan ke depan melorot US$ 1,09 atau 2,49% menjadi US$ 42,64 per barel. Padahal, pada transaksi sebelumnya, harga minyak sempat berada di posisi US$ 44,04 per barel. 

Sedangkan harga kontrak minyak Brent untuk pengantaran Mei turun 1,3% atau 59 sen menjadi US$ 44,53 per barel. Pada sesi sebelumnya, minyak Brent sempat bertengger di level tertinggi November pada posisi US$ 46,18 per barel. 

Sementara itu, pelemahan dollar AS pasca menguat tiga hari memberikan dorongan kepada harga minyak. Catatan saja, indeks dollar diperdagangkan turun 0,4% pada Senin kemarin. 

Namun, sejumlah analis terlihat masih berhati-hati dalam memprediksi harga minyak, khususnya di Asia. Sebab, sejumlah produsen utama minyak dunia mulai gencar melakukan ekspor. 

Analis Morgan Stanley bilang, reli harga minyak terkait aksi beli oleh hedge fund makro. "Reli minyak saat ini disebabkan oleh faktor non-fundamental dan bisa bertahan hanya beberapa bulan saja. Untuk jangka pendek, pasar minyak minim katalis. Namun sentimen makro dapat menyebabkan aksi jual besar-besaran," jelasnya.   

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×