kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Harga minyak WTI ditutup dengan penurunan 2,5%


Selasa, 26 April 2016 / 05:37 WIB


Sumber: CNBC | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

NEW YORK. Harga minyak dunia masih melorot pada transaksi Senin (25/4). Mengutip data CNBC.com, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengantaran satu bulan ke depan melorot US$ 1,09 atau 2,49% menjadi US$ 42,64 per barel. Padahal, pada transaksi sebelumnya, harga minyak sempat berada di posisi US$ 44,04 per barel. 

Sedangkan harga kontrak minyak Brent untuk pengantaran Mei turun 1,3% atau 59 sen menjadi US$ 44,53 per barel. Pada sesi sebelumnya, minyak Brent sempat bertengger di level tertinggi November pada posisi US$ 46,18 per barel. 

Sementara itu, pelemahan dollar AS pasca menguat tiga hari memberikan dorongan kepada harga minyak. Catatan saja, indeks dollar diperdagangkan turun 0,4% pada Senin kemarin. 

Namun, sejumlah analis terlihat masih berhati-hati dalam memprediksi harga minyak, khususnya di Asia. Sebab, sejumlah produsen utama minyak dunia mulai gencar melakukan ekspor. 

Analis Morgan Stanley bilang, reli harga minyak terkait aksi beli oleh hedge fund makro. "Reli minyak saat ini disebabkan oleh faktor non-fundamental dan bisa bertahan hanya beberapa bulan saja. Untuk jangka pendek, pasar minyak minim katalis. Namun sentimen makro dapat menyebabkan aksi jual besar-besaran," jelasnya.   

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×