kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.008,41   -2,46   -0.24%
  • EMAS1.131.000 0,27%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Menilik Rencana Harum Energy (HRUM) di Bisnis Nikel Setelah Akuisisi IMI


Senin, 16 Oktober 2023 / 14:14 WIB
Menilik Rencana Harum Energy (HRUM) di Bisnis Nikel Setelah Akuisisi IMI
ILUSTRASI. Menilik Rencana Harum Energy (HRUM) di Bisnis Nikel Setelah Akuisisi IMI.


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA.  PT Harum Energy Tbk (HRUM) kian melebarkan sayap bisnisnya di industri nikel. Melalui dua anak usahanya, emiten tambang batubara ini menambah porsi kepemilikan di Infei Metal Industry (IMI).

Pada Selasa (26/9), HRUM membeli 799.999 saham IMI dari Central Halmahera Holding Pte Ltd melalui PT Tanito Harum Nickel. Jumlah ini mewakili 50,99% dari  saham IMI.

Sementara itu, anak usaha HRUM lainnya yakni PT Harum Nickel Perkasa (HNP) membeli 1 lembar saham IMI atau setara 0,001%. Nilai transaksi jual beli saham ini sebesar US$ 70,38 juta.

Baca Juga: IHSG Melemah 0,12% ke 6.926 Pada Jumat (13/10), HRUM, ESSA, MEDC Top Gainers LQ45

Sebanyak 99,95% saham PT Harum Nickel Perkasa dimiliki HRUM. Sementara 60% saham Tanito Harum Nickel dikuasai Harum Nickel Perkasa dan sisanya sebanyak 39,58% dimiliki oleh HRUM.

Dengan pembelian ini, maka HRUM menjadi pemegang seluruh saham IMI. Rinciannya, kepemilikan Tanito Harum Nickel naik dari semula 49% menjadi 99,999% sementara Harum Nickel Perkasa menjadi pemegang saham baru dengan porsi 0,001%.

Direktur Utama HRUM Ray Antonio Gunara mengatakan, setelah akuisisi saham tambahan IMI, HRUM akan terus menjajaki peluang untuk meningkatkan produksi nikel HRUM secara keseluruhan, baik melalui peningkatan kepemilikan saham di proyek-proyek yang sudah ada maupun investasi di proyek baru.

 

“Di samping itu, HRUM juga akan berupaya untuk melakukan diversifikasi produk nikel yang dihasilkannya dari proyek-proyeknya sehingga mampu memenuhi kebutuhan dan perkembangan pasar ke depannya,” terang Ray kepada Kontan.co.id, Senin (16/10).

Baca Juga: Perang Israel Dorong Harga Komoditas Energi, Cek Rekomendasi Saham Migas dan Batubara

Adapun pembelian saham IMI merupakan bagian dari Upaya HRUM untuk terus meningkatkan diversifikasi usaha melalui investasi di sektor nikel.

IMI adalah perusahaan yang bergerak di bidang pemurnian dan pengolahan nikel, dimana IMI memiliki dan mengoperasikan pabrik pengolahan alias smelter nikel di Indonesia Weda Bay Industrial, Maluku Utara.

IMI memiliki kapasitas 28.000 ton dan telah beroperasi secara komersial sejak April 2022. Sepanjang 2022, IMI membukukan pendapatan sebesar US$ 427,30 juta dengan laba bersih mencapai US$ 59,02 juta.

Baca Juga: Akhir Tahun Sudah di Depan Mata, Jangan Lewatkan Saham Pilihan Analis

Dari segi keuangan, dengan diselesaikannya pembelian saham IMI oleh Harum Nickel Perkasa dan  Tanito Harum Nickel, terhitung sejak Selasa (26/9), laporan keuangan IMI, baik neraca dan laporan laba rugi sebagai entitas anak akan dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan HRUM selaku induk Perusahaan.

Dengan demikian, laporan keuangan konsolidasian HRUM diharapkan akan lebih mencerminkan kinerja keuangan IMI, baik akibat meningkatkan kepemilikan saham HRUM terhadap IMI melalui Tanito Harum Nickel maupun dari hasil kinerja keuangan IMI.

Selanjutnya: Pegadaian Catat Kinerja Positif hingga Kuartal III, Ini Penopangnya

Menarik Dibaca: Promo Traveloka Xperience 16-24 Okt 2023, Diskon di Waterpark Hingga Rp 500.000

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Outlook 2024, Meneropong saham unggulan di Tahun Politik The Coughing Dragon | Global Market Series - China

[X]
×