kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Menilik kinerja emiten sektor konsumer


Senin, 17 Juni 2019 / 07:35 WIB


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Yudho Winarto

Apalagi pekan depan aka nada the Federal Open Market Committee (FOMC) dan Rapat Dewan Guberbur (RDG) BI yang akan menentukan nasib suku bunga acuan dan secara berkelanjutan mempengaruhi rupiah.

Bila benar rupiah akan berada dalam tren menguat, Sebastian optimistis ICBP akan ungguli sektor konsumer. Sebab, produk unggulan ICBP yakni Indomie dapat menjadi katalis positif dalam hal penjualan dan volume yang masih bisa tumbuh.

Lebih lanjut, Suria bilang saham-saham konsumer segmentasi menengah ke bawah seperti PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR, anggota indeks Kompas100 ini), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF, anggota indeks Kompas100 ini), dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP, anggota indeks Kompas100 ini), akan mencetak kinerja ciamik tahun ini di tengah sentiment yang beredar.

Tapi, dengan pembobotan free float baru dia memprediksi secara market cap peringkat INDF bisa di atas ICBP. Di mana tercatat, free float INDF mencapai 49,9%.

Sementara market cap UNVR diramal akan turun tapi masih ada di sepuluh besar. Begitu pula dengan emiten rokok yang diproyeksi turun

Senada Sebastian bilang INDF pun masih bisa tumbuh di tahun ini. Hanya saja bisnis tepung masih relatif kompetitif dibanding mie.

Berdasarkan laporan keuangan INDF kuartal I-2019 pendapatan terbesar Indofood masih berasal dari produk konsumen bermerek yang mencapai total Rp 10,75 triliun. Penjualan segmen ini tumbuh 13,28% jika dibandingkan dengan kuartal pertama tahun lalu yang mencapai Rp 9,49 triliun.

Penjualan Bogasari kepada pelanggan eksternal pun naik 15,91% menjadi Rp 4,59 triliun. Segmen agribisnis mencatat kenaikan penjualan kepada pelanggan eksternal sebesar 3,70% menjadi Rp 2,80 triliun dari sebelumnya Rp 2,70 triliun. Sedangkan pendapatan distribusi INDF turun menjadi Rp 1,03 triliun dari sebelumnya Rp 1,48 triliun.

Proyeksi Sebastian untuk target harga saham INDF sampai dengan akhir tahun di level Rp 8.000 dengan rekomendasi beli.

Sementara, Suria merekomendasikan beli dengan memasang target harga Rp 8.500. Kemudian, Benny beli saham INDF dengan bertaruh di level target harga Rp 7.900 per saham

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×