kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Kinerja moncer di Mei, begini strategi reksadana Asia Raya Syariah Saham Barokah


Jumat, 14 Juni 2019 / 18:54 WIB


Reporter: Dimas Andi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah tekanan pasar, beberapa reksadana saham masih mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif di bulan Mei lalu. Reksadana Asia Raya Syariah Saham Barokah menjadi salah satu produk yang dimaksud.

Mengutip data Infovesta Utama, kinerja produk buatan Asia Raya Kapital ini tumbuh 3,46% (mom) pada Mei silam. Angka ini lebih baik ketimbang kinerja rata-rata reksadana saham atau Infovesta Equity Fund Index yang terkoreksi 3,31% (mom) di waktu yang sama.

Head of Investment Asia Raya Kapital Frinanto mengatakan, pihaknya menerapkan strategi aktif trading dalam mengelola reksadana tersebut. Tentunya strategi ini didasari oleh analisis teknikal yang kuat tanpa mengesampingkan faktor fundamental emiten yang dipilih.

Ia menjelaskan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) boleh saja anjlok 3,81% (mom) di bulan lalu. Namun dalam perjalanannya, indeks masih beberapa kali mengalami penguatan di hari-hari tertentu. “Momentum tersebut cukup tepat bagi kami untuk melakukan aktivitas trading,” katanya, hari ini (14/6).

Dia menambahkan, saham-saham dari sektor properti dan konsumer menjadi andalan dalam portofolio reksadana Asia Raya Syariah Saham Barokah. Prospek industri kedua sektor tersebut dianggap cukup menarik pada tahun ini. Ditambah lagi, saham-saham dari sektor tersebut punya prospek harga yang positif dari sisi teknikal.

Frinanto yakin, berbekal pendekatan strategi trading secara aktif, kinerja reksadana Asia Raya Syariah Barokah bisa melampaui indeks pada akhir tahun nanti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×