kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -8.000   -0,30%
  • USD/IDR 18.135   100,00   0,55%
  • IDX 5.912   39,07   0,67%
  • KOMPAS100 769   5,82   0,76%
  • LQ45 587   4,49   0,77%
  • ISSI 203   0,67   0,33%
  • IDX30 333   2,19   0,66%
  • IDXHIDIV20 411   0,93   0,23%
  • IDX80 88   0,82   0,94%
  • IDXV30 111   0,16   0,14%
  • IDXQ30 107   0,26   0,24%

Meneropong prospek saham tambang batubara 2020


Senin, 24 Februari 2020 / 07:20 WIB


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja indeks saham sektor tambang masih tertekan. Dari awal tahun, indeks mining sudah terkoreksi hingga 6,79%.

Presiden Direktur Sucor Asset Management Jemmy Paul Wawointana mengatakan, saham sektor pertambangan batubara secara valuasi memang sudah murah. Akan tetapi, saat ini saham sektor pertambangan masing tertekan dengan kondisi pasar.

Terlebih, sambungnya, banyak investor asing yang mulai mengutamakan untuk investasi di perusahaan yang bergerak dalam usaha yang ramah lingkungan.

“Ada juga prediksi pada 2027 biaya pembangkit listrik tenaga uap lebih mahal dari pada pembangkit listrik tenaga surya atau solar panel,” paparnya pada sesi-tanya jawab acara Outlook Saham-saham 2020, Jumat (21/2).

Baca Juga: Aksi Jual Investor Asing Setir Pelemahan IHSG

Meski begitu, Jemmy memaparkan, perusahaan-perusahaan batubara di Indonesia sudah mulai melakukan diversifikasi usaha dan tak mengandalkan penjualan batubara sebagai satu-satunya sumber pendapatan.

Perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan batubara sudah banyak yang merambah proyek pembangkit listrik.

Selain itu, untuk PT Bukit Asam Tbk (PTBA) juga melakukan hilirisasi batubara dengan menggandeng Air Products & Chemicals, Inc, sebuah perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×