kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.060   58,00   0,32%
  • IDX 5.328   49,47   0,94%
  • KOMPAS100 686   6,42   0,94%
  • LQ45 536   5,41   1,02%
  • ISSI 181   1,90   1,06%
  • IDX30 301   3,09   1,04%
  • IDXHIDIV20 393   4,01   1,03%
  • IDX80 79   0,89   1,14%
  • IDXV30 109   1,50   1,39%
  • IDXQ30 99   1,11   1,13%

Menelisik prospek SUN usai rapat FOMC


Minggu, 28 Juli 2019 / 19:55 WIB


Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Yudho Winarto

Di akhir tahun dengan tren penurunan suku bunga global, Ramdhan memproyeksikan yield SUN tenor 10 tahun bisa berada di 6,8%-6,9% pada akhir tahun ini. Selain itu dengan banyaknya investor asing yang masuk ke pasar SUN, hal ini bisa dimanfaatkan untuk menurunkan yield sehingga cost of fund pemerintah ikut mengecil.

Saat ini tren masuknya asing ke pasar Surat Berharga Negara (SBN) terus catatkan rekor tertinggi. Per 23 Juli 2019 kepemilikan asing capai Rp 1.011 triliun. Sementara, Ariawan memproyeksikan yield akhir tahun berada di 7,05%.

Ramdhan merekomendasikan jelang penantian keputusan FOMC, pelaku pasar bisa melakukan trading di seri 10-15 tahun atau seri benchmark yang memiliki likuiditas tinggi.

Baca Juga: Menanti pengumuman The Fed, simak rekomendasi analis terhadap pergerakan IHSG

Sementara, Ariawan merekomendasikan di tengah volatilitas pasar yang masih tinggi tetapi yield masih berpeluang naik dalam jangka pendek, baiknya pelaku pasar mengambil tenor pendek dan menengah atau 3-7 tahun.

Setelah FOMC mengumumkan hasil rapatnya, dan sinyal positif menghampiri pasar SUN maka pelaku pasar bisa kembali lagi mengoleksi tenor yang lebih panjang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×