kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Mencuil bisnis emas untuk investasi, Sampoerna Group bidik penjualan Rp 1,5 triliun


Senin, 11 November 2019 / 20:51 WIB
PT Sampoerna Gold Indonesia meluncurkan produk emas Waris Sampoerna di Jakarta, Senin (11/11/2019).


Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Wahyu T.Rahmawati

Belum lagi, Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun depan berada di kisaran 5,1% hingga 5,2%. Artinya, dibutuhkan waktu sekitar 5 tahun ke depan untuk bisa recovery.

Sehingga, tahun depan saja investasi emas memungkinkan untuk memberikan return atau imbal hasil hingga 25% hingga 28% bergantung perkembangan makroekonomi global.

Baca Juga: Harga emas naik 0,39% di angka US$ 1.464,66 ons troi

Pengusaha sekaligus Direktur Asiana Group Loemongga Haoemasan juga mengaku lebih gemar berinvestasi emas. Selain sikapnya yang cenderung konservatif dalam berinvestasi, istri dari Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita ini mengaku emas jadi salah satu aset yang aman dari gerusan inflasi dan ketidakpastian ekonomi.

"Investasi emas lebih ke stabilitas harga, kalaupun turun tidak akan terlalu dalam seperti saham dan lainnya. Saya cenderung konservatif dan untuk jangka panjang, investasi emas cenderung stabil," tandas Loemongga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×