kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.077   77,00   0,43%
  • IDX 5.840   -101,28   -1,70%
  • KOMPAS100 772   -13,86   -1,76%
  • LQ45 581   -8,07   -1,37%
  • ISSI 203   -2,64   -1,28%
  • IDX30 329   -5,24   -1,57%
  • IDXHIDIV20 407   -5,51   -1,34%
  • IDX80 87   -1,44   -1,63%
  • IDXV30 111   -2,14   -1,88%
  • IDXQ30 106   -1,74   -1,61%

Mencuil bisnis emas untuk investasi, Sampoerna Group bidik penjualan Rp 1,5 triliun


Senin, 11 November 2019 / 20:51 WIB
PT Sampoerna Gold Indonesia meluncurkan produk emas Waris Sampoerna di Jakarta, Senin (11/11/2019).


Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Wahyu T.Rahmawati

"Untuk tahap awal di 2020 kami harap bisa meraup omzet antara 1-2 ton penjualan atau sekitar Rp 750 miliar hingga Rp 1,5 triliun," ungkap John.

Perusahaan yang mencetak emasnya sendiri ini berharap, ke depan bisa menguasai 5% pangsa pasar emas investasi. Maklumlah, saat ini sudah ada dua perusahaan yang menerbitkan emas dengan kadar 99,99% yakni PT Aneka Tambang (Antam) dan Untung Bersama Sejahtera (UBS) yang masing-masing menguasai pangsa pasar 90% dan 10%.

Sementara Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira Adhinegara mengungkapkan, prospek investasi emas masih  menarik dilirik saat ini. Apalagi, kekhawatiran risiko resesi, pelambatan ekonomi, dan perang dagang membuat pelaku pasar cenderung mengubah dinamika dan strategi investasi.

Baca Juga: Bank Sentral Borong Emas, Harga Emas Hari Ini Mulai Menjauh dari Rekor Terendah

"Secara nasional dalam setahun kenaikan harga emas mencapai 20,9% atau lebih tinggi dibandingkan instrumen investasi lain seperti valas yang hanya memberikan return sekitar 5,41% dalam setahun," jelas Bhima.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×