kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Menakar Prospek RANS Entertainment yang Bakal IPO pada Awal Juli 2026


Selasa, 23 Juni 2026 / 18:14 WIB
Menakar Prospek RANS Entertainment yang Bakal IPO pada Awal Juli 2026
ILUSTRASI. PT Rans Entertainment Indonesia (RANS), siap melantai di Bursa Efek Indonesia melalui aksi korporasi Initial Public Offering (IPO). (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan milik pasangan artis Tanah Air Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, PT Rans Entertainment Indonesia (RANS), siap melantai di Bursa Efek Indonesia melalui aksi korporasi Initial Public Offering (IPO).

Jika tidak ada aral melintang, perusahaan ini akan tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 10 Juli 2026 mendatang.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, mengatakan prospek RANS cukup menarik karena bergerak di sektor media digital, entertainment, intellectual property (IP), dan ekosistem kreatif yang masih memiliki ruang pertumbuhan cukup besar di Indonesia.

"Kekuatan utama perusahaan terletak pada kemampuan membangun audiens yang besar dan mengubahnya menjadi berbagai sumber pendapatan, mulai dari konten digital, talent management, event, licensing, hingga pengembangan bisnis baru yang dapat memperluas monetisasi ekosistemnya," kata Alrich kepada Kontan Selasa (23/6/2026).

Baca Juga: RANS Entertainment Siap IPO, Tawarkan 20% Saham dengan Target Dana Rp429 Miliar

Namun demikian, dari sisi valuasi, berdasarkan rentang harga penawaran Rp135–Rp170 per saham, kapitalisasi pasar RANS diperkirakan mencapai sekitar Rp1,7 triliun hingga Rp2,1 triliun. Dengan laba bersih tahun 2025 sekitar Rp56,7 miliar, valuasi tersebut mencerminkan PER sekitar 30–38 kali.

"Secara relatif, valuasi ini dapat dikategorikan premium/overvalue untuk perusahaan yang masih berada dalam fase ekspansi dan belum memiliki rekam jejak pertumbuhan laba yang sepenuhnya konsisten," ucapnya.

Dalam kondisi seperti ini, ekspektasi pertumbuhan (growth expectation) menjadi faktor utama yang menopang valuasi saham, sehingga keberhasilan realisasi ekspansi bisnis ke depan akan menjadi penentu apakah valuasi tersebut dapat terjustifikasi oleh fundamental perusahaan.

Alrich juga menyampaikan investor sebaiknya tidak hanya melihat popularitas pemegang saham atau kekuatan brand RANS semata, tetapi juga mencermati kualitas fundamental perusahaan. Beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan antara lain tren pertumbuhan pendapatan dan laba, tingkat profitabilitas, penggunaan dana hasil IPO, prospek industri media dan digital, serta kemampuan perusahaan menghasilkan recurring income yang berkelanjutan.

Selain itu, investor perlu memahami bahwa saham dengan valuasi premium umumnya memiliki sensitivitas yang lebih tinggi terhadap realisasi kinerja. Jika pertumbuhan yang diharapkan pasar tidak tercapai, maka potensi koreksi harga saham juga dapat menjadi lebih besar.

"Oleh sebab itu, investor disarankan untuk menempatkan RANS sebagai investasi berbasis pertumbuhan (growth investing) dan tetap mempertimbangkan profil risiko masing-masing sebelum berpartisipasi dalam IPO ini," jelas Alrich.

Secara keseluruhan, RANS menawarkan potensi pertumbuhan yang menarik seiring berkembangnya ekonomi kreatif dan digital Indonesia.

Namun karena valuasinya cukup menuntut ekspektasi pertumbuhan yang tinggi, investor perlu lebih fokus pada kemampuan eksekusi bisnis dan pencapaian kinerja pasca-IPO dibandingkan hanya mengandalkan faktor popularitas brand atau figur pendirinya.

Baca Juga: Dipengaruhi Sentimen MSCI Review, Begini Proyeksi Rupiah Rabu (24/6)

IPO RANS

RANS menawarkan maksimal 2.525.000 saham atau setara dengan 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor pasca IPO.

Pada masa bookbuilding, RANS mematok harga di kisaran Rp135–Rp170. Dus, RANS berpotensi mengantongi dana segar sebesar Rp429 miliar.

Berdasarkan alokasi penggunaan dana IPO, RANS menganggarkan sekitar 6,98% untuk pembayaran lebih awal atas seluruh pokok utang kepada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).

Kemudian sekitar 18,64% akan digunakan sebagai belanja modal atau capital expenditure atas rencana ekspansi usaha dalam rangka pembangunan wahana bermain dan belajar edukatif dengan nama Cipungland.

Selanjutnya, alokasi 37,61% dari dana IPO bakal digunakan oleh RANS untuk belanja operasional alias operational expenditure dalam rangka penyelenggaraan konser di berbagai kota di Indonesia.

Lebih lanjut, dana IPO sebanyak 8,15% akan digunakan oleh RANS untuk membentuk suatu entitas usaha baru bersama dengan partner usaha yaitu PT Global Teknologi dalam rangka pengembangan bisnis teknologi berbasis AI.

Lalu sekitar 19,80% akan digunakan oleh RANS untuk ekspansi usaha melalui akuisisi kepemilikan saham pada PT Rans Kosmetika Indonesia atau dengan merek Slavina.

Terakhir, sisa dana IPO akan digunakan oleh RANS untuk melakukan penyetoran modal kepada entitas anak dalam bentuk setoran modal saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×