kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -1.000   -0,04%
  • USD/IDR 17.876   21,00   0,12%
  • IDX 6.277   -107,68   -1,69%
  • KOMPAS100 821   -13,16   -1,58%
  • LQ45 626   -8,68   -1,37%
  • ISSI 216   -5,69   -2,56%
  • IDX30 347   -5,77   -1,63%
  • IDXHIDIV20 433   -6,98   -1,59%
  • IDX80 94   -1,46   -1,53%
  • IDXV30 119   -2,04   -1,69%
  • IDXQ30 112   -1,71   -1,50%

Dipengaruhi Sentimen MSCI Review, Begini Proyeksi Rupiah Rabu (24/6)


Selasa, 23 Juni 2026 / 17:59 WIB
Dipengaruhi Sentimen MSCI Review, Begini Proyeksi Rupiah Rabu (24/6)
ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada Selasa (23/6/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,09%  (TRIBUNNEWS/Jeprima)


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada Selasa (23/6/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,09% secara harian ke Rp 17.859 per dolar AS.

Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah melemah 0,27% secara harian ke Rp 17.868 per dolar AS.

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede mengatakan, rupiah terdepresiasi terhadap dolar AS, dipicu oleh pernyataan dari Presiden Chicago Fed Austan Goolsbee terkait kekhawatiran terhadap inflasi, dan kembali meragukan apakah pendorong inflasi hanya bersifat sementara.

“Keraguannya kembali mendorong kekhawatiran terkait risiko semakin hawkish-nya the Fed, sehingga mendorong penguatan dolar AS selama sesi Asia,” ujar Josua kepada Kontan, Selasa (23/6/2026).

Baca Juga: Yield SBN Sulit Turun dari Level 7%, Ini Syaratnya Kembali ke 6%

Josua menambahkan, pergerakan rupiah pada Rabu (24/6/2026) akan bergantung pada pengumuman MSCI Annual Market Classification Review nanti malam. Ia memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp 17.800 – Rp 17.900 per dolar AS.

Chief Analyst Doo Financial Future, Lukman Leong mengatakan, rupiah dan mata uang regional maupun utama umumnya melemah terhadap dolar AS di tengah sentimen risk off global yang dipicu oleh kekhawatiran prospek kenaikan suku bunga dan sell off di sektor teknologi.

Baca Juga: IHSG Melemah ke 6.101, Analis: Pasar Tunggu MSCI dan Risiko Atas Status Indonesia

“Rupiah sendiri tidak melemah terlalu besar, dengan investor masih berharap dan mengantisipasi pengumuman MSCI yang diperkirakan akan mempertahankan status emerging market (EM) pasar ekuitas Indonesia,” ujar Lukman.

Lukman memperkirakan rupiah berpotensi menguat apabila status pasar EM bisa bertahan. Namun sentimen risk off yang kuat saat ini mungkin akan menahan penguatan yang signifikan dan masih berpotensi berbalik melemah. Sebaliknya apabila sentimen global membaik, rupiah bisa menguat besok. Lukman memproyeksi rupiah besok (24/6) di kisaran Rp 17.800 – Rp 17.900 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×