kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Bukit Darmo Property (BKDP) Kebut Hotel Hyatt Centric, Target Operasi 2028


Sabtu, 08 Agustus 2026 / 05:55 WIB
Bukit Darmo Property (BKDP) Kebut Hotel Hyatt Centric, Target Operasi 2028
ILUSTRASI. Hyatt Hotels (DOK/IST)


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP) akan  menyelesaikan proyek hotel Hyatt Centric West Surabaya sekaligus mengoptimalkan aset properti yang telah beroperasi. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan ini membangun sumber pendapatan berkelanjutan (recurring income) dalam jangka panjang.

Corporate Secretary Bukit Darmo Property Brasada Chandra dalam keterbukaan informasi di BEI pada Kamis (7/8/2026) mengatakan, perusahaan tetap berkomitmen mengembangkan portofolio properti yang dimiliki, dengan menjadikan aset berjalan sebagai sumber pendapatan utama sekaligus menyiapkan proyek hospitality sebagai penggerak pertumbuhan berikutnya.

Hingga 31 Maret 2026, kontribusi pendapatan terbesar Bukit Darmo Property masih berasal dari sektor pusat perbelanjaan dan area komersial. FairwayNine Mall menjadi penyumbang utama dengan kontribusi sekitar 92% dari total pendapatan perusahaan. Pusat komersial tersebut memiliki tingkat keterisian (occupancy rate) sebesar 58% dan digunakan untuk berbagai aktivitas usaha, mulai dari ritel, makanan dan minuman (F&B), area permainan, sekolah, hingga fasilitas ibadah.

Baca Juga: BBCA, BMRI dan ASII di Urutan Teratas, Cek Saham Net Sell Terbesar Asing, Jumat (7/8)

Sementara itu, gedung perkantoran Nine Boulevard (9BLV) memberikan kontribusi sekitar 7% terhadap pendapatan dengan tingkat okupansi 52%. Adapun aset hunian The Adhiwangsa menyumbang sekitar 1% pendapatan Bukit Darmo dengan tingkat hunian mencapai 75%.

Berbeda dengan aset yang telah beroperasi, proyek Hyatt Centric West Surabaya masih berada dalam tahap pengembangan sehingga belum memberikan kontribusi pendapatan komersial. Namun, proyek hotel tersebut diproyeksikan menjadi salah satu aset strategis ke depan.

Bukit Darmo Property menggandeng PT Hyatt Indonesia untuk pengelolaan Hyatt Centric West Surabaya. Berdasarkan rencana bisnis BKDP, hotel tersebut ditargetkan melakukan soft opening pada Juni 2028.

Brasada berharap kehadiran hotel dengan jaringan internasional tersebut dapat memperkuat struktur pendapatan perusahaan setelah mulai beroperasi. Selain memberikan tambahan sumber pendapatan berulang, Hyatt Centric West Surabaya diharapkan mampu meningkatkan kinerja operasional dan keuangan Bukit Darmo dalam jangka panjang.

Pengembangan sektor hospitality menjadi bagian dari strategi Bukit Darmo Property untuk memperluas basis pendapatan, mengingat saat ini sebagian besar pemasukan masih berasal dari aset komersial yang sudah berjalan.

Di sisi lain, perusahaan ini memastikan belum memiliki rencana untuk menjual, mengalihkan, maupun mengubah penggunaan aset properti investasi dalam waktu dekat.

Bukit Darmo juga menyatakan tidak terdapat perubahan material terkait aspek hukum, perizinan, maupun penguasaan terhadap aset-aset yang dimiliki.

Baca Juga: Asing Net Buy Jumbo Rp 1,24 Triliun, Cek Saham yang Banyak Diborong di Akhir Pekan

Dalam keterbukaan informasi di BEI pada Kamis dijelaskan, terkait aset berupa sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) No. 5956/Pradahkalikendal dengan luas 12.816 meter persegi yang menjadi jaminan atas pinjaman kepada Komisaris Utama, perusahaan ini menegaskan bahwa pembebanan aset tersebut tidak berdampak terhadap nilai maupun pemanfaatan properti dalam kegiatan operasional sehari-hari.

Manajemen BKDP menyatakan tidak memiliki rencana diversifikasi usaha di luar kegiatan bisnis yang saat ini dijalankan. Perusahaan ini juga belum memiliki kerja sama material dengan instansi pemerintah.

Dengan demikian, strategi Bukit Darmo Property ke depan akan tetap diarahkan pada dua agenda utama, yaitu memastikan penyelesaian Hyatt Centric West Surabaya sesuai target dan meningkatkan optimalisasi aset yang telah menghasilkan pendapatan.

Melalui kombinasi penguatan aset komersial eksisting dan pengembangan sektor perhotelan, BKDP berharap dapat menciptakan struktur pendapatan yang lebih stabil serta memperkuat kinerja perusahaan dalam jangka panjang.

Saham BKDP terakhir diperdagangkan pada 28 Juli 2026. Pasalnya sejak saat itu, saham BKDP disuspensi BEI karena kenaikan harga saham yang cukup signifikan. Harga saham BKDP naik 119,48% dalam waktu 20 hari. 

Terakhir saham BKDP berada di Rp 169 per saham, naik 15,75% dalam sehari. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×