kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.598.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.761   68,00   0,38%
  • IDX 6.462   25,58   0,40%
  • KOMPAS100 852   2,28   0,27%
  • LQ45 648   1,42   0,22%
  • ISSI 224   1,27   0,57%
  • IDX30 360   1,29   0,36%
  • IDXHIDIV20 450   2,37   0,53%
  • IDX80 97   0,26   0,27%
  • IDXV30 124   0,43   0,35%
  • IDXQ30 116   0,50   0,43%

Menakar efek The Fed terhadap pergerakan IHSG


Jumat, 23 Maret 2018 / 06:25 WIB
ILUSTRASI. Pasar modal


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie, Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menurun 0,93% ke 6.254,07. Meski begitu, investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) Rp 127,02 miliar.

Analis Paramitra Alfa Sekuritas William Siregar menilai, kenaikan bunga The Fed turut menekan IHSG. Bank sentral AS kemarin menaikkan bunga 25 basis poin menjadi 1,75%.

William tak menampik pelaku pasar telah mengantisipasi kenaikan suku bunga The Fed sejak dua pekan terakhir. Masalahnya, kenaikan bunga itu juga diikuti kenaikan suku bunga bank sentral China. "Ini menjadi sentimen negatif," tutur William.

Selain itu, Standard & Poor's Global Ratings menyoroti rasio utang Indonesia yang dinilai cenderung negatif. Hal ini tak luput dari perhatian pasar.

Head of LOTS Services Lotus Andalan Sekuritas Krishna Dwi Setiawan melihat, sentimen perang dagang turut menekan IHSG. "Pasar menanti keputusan pengenaan tarif masuk bagi barang-barang China oleh AS," kata dia.

Krishna memprediksi IHSG pada hari ini (23/3) cenderung turun dan bergerak di kisaran 6.200–6.380. Tetapi William menghitung IHSG akan menguat dan bergerak di rentang 6.235–6.285. Saham perbankan dan properti dinilai cukup menarik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×