kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45670,77   -28,01   -4.01%
  • EMAS926.000 0,22%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Kapan saat yang tepat menjual saham? Ikuti 4 petunjuk ini


Sabtu, 15 Februari 2020 / 05:05 WIB
Kapan saat yang tepat menjual saham? Ikuti 4 petunjuk ini
ILUSTRASI.

Sumber: Harian KONTAN | Editor: Noverius Laoli

Ambil contoh, Oktober 2008 saham Astra Internasional (ASII) sempat jatuh 60% dari Rp 17.000 ke Rp 7.100 dalam waktu tiga minggu. Sepanjang 2007, rentang harga ASII adalah Rp 14.000 hingga Rp 27.000.

Misalkan investor, saat membeli saham ASII pada Rp 17.000, yakin bahwa harga tersebut adalah underpriced (murah). Pada harga Rp 7.100, jika ia masih meyakini saham ASII tersebut underpriced, mengapa harus menjual pada harga diskon 60%?

Jika ia tidak panik, tujuh bulan kemudian harga ASII sudah kembali ke Rp 17.000, dan tiga tahun kemudian harganya sudah naik sebanyak sembilan kali lipat!

Baca Juga: Ini pandangan Hotel Indonesia Natour (HIN) soal pembentukan holding BUMN

Namun terlambat cut loss juga bisa membikin kantong investor bolong. Ambil contoh, investor yang membeli saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR). Pada tahun 1997, saham BNBR seharga Rp 10.000, menunggu hingga 20 tahun namun harga sahamnya malah tinggal Rp 50.

Lalu, kapan kita harus menjual saham?

Ada empat kondisi yang membuat kita melepas saham yang kita pegang.

Pertama, butuh uang. Dengan kondisi seperti ini, berapapun harga saham, terpaksa kita jual saham. Itu sebabnya investor saham jangka panjang disarankan untuk menggunakan uang bebas (free cash flow) alias uang dingin untuk membeli saham.

Investor saham jangka panjang harus punya stamina untuk tidak menjual sahamnya pada kondisi buruk.

Baca Juga: BPK akan audit kinerja Asabri hingga tahun anggaran 2019

Kedua, salah beli saham. Saham yang dibeli ternyata tidak sebagus yang dipikirkan, atau harganya ternyata sangat kemahalan. Karena tidak hati-hati, bisa saja investor salah pilih saham. Terutama jika membeli saham Initial Public Offering (IPO) yang belum ketahuan kinerjanya di bursa.

Jika salah beli, maka investor sebaiknya segera melakukan cut loss dan memindahkan uangnya ke saham yang lebih berprospek.




TERBARU

Close [X]
×