Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.393
  • EMAS666.000 0,60%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Memilih strategi yang tepat untuk investasi reksadana campuran

Rabu, 24 April 2019 / 13:57 WIB

Memilih strategi yang tepat untuk investasi reksadana campuran
ILUSTRASI. Reksadana Campuran

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Reksadana campuran diperkirakan bisa mencatat kinerja yang lebih optimal di tengah ekspektasi positifnya kondisi pasar saham dan obligasi pasca pemilu. Meski demikian investor tetap memerlukan strategi yang tepat dalam berinvestasi reksadana campuran.

Asal tahu saja, reksadana campuran sejauh ini memiliki kinerja rata-rata yang mentereng. Hal ini tercermin dari Infovesta Balance Fund Index yang tumbuh 3,33% (ytd) hingga akhir Maret lalu. Kinerja rata-rata reksadana ini berhasil melampui reksadana lainnya, termasuk reksadana saham yang hanya mencetak kinerja rata-rata sebesar 1,43% (ytd) di periode serupa.


Head of Research & Consulting Service Infovesta Utama Edbert Suryajaya menyampaikan, reksadana campuran terbagi dalam dua jenis, yakni reksadana campuran agresif dan konservatif.

Reksadana campuran agresif biasanya memiliki porsi saham yang lebih banyak ketimbang obligasi di dalam portofolionya. Sebaliknya, portofolio reksadana campuran konservatif umumnya lebih didominasi oleh obligasi dibandingkan saham.

Menurut Edbert, reksadana campuran konservatif dapat menjadi pintu masuk bagi investor pemula sebelum menjajal reksadana saham atau pendapatan tetap biasa. Di sisi lain, investor berkesempatan meraih cuan secara maksimal jika investasi di reksadana campuran agresif.

Lebih lanjut, jika investor sudah memiliki reksadana campuran agresif namun masih ingin memperkaya portofolionya dengan instrumen lain, maka investor tersebut disarankan membeli instrumen yang risikonya lebih rendah. Misalnya reksadana pendapatan tetap atau pasar uang.

“Upaya itu lebih baik ketimbang diversifikasi ke reksadana saham, karena potensi risikonya sama-sama tinggi,” imbuh Edbert, Senin (22/4) lalu.

Ia menambahkan, jika investor yang bersangkutan benar-benar fokus pada investasi di reksadana campuran saja, maka bukan masalah apabila investor tersebut membeli reksadana campuran dengan berbagai tipe, baik agresif ataupun konservatif. 

Dengan begitu, risiko yang dihadapi investor akan lebih terdiversifikasi tanpa harus mengurangi potensi imbal hasil yang optimal.


Reporter: Dimas Andi
Editor: Herlina Kartika
Video Pilihan

TERBARU
Hasil Pemilu 2019
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0920 || diagnostic_web = 0.3659

Close [X]
×