kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.978   -35,00   -0,19%
  • IDX 5.881   136,71   2,38%
  • KOMPAS100 766   21,45   2,88%
  • LQ45 581   15,78   2,79%
  • ISSI 204   4,24   2,13%
  • IDX30 329   8,41   2,62%
  • IDXHIDIV20 404   9,89   2,51%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,41   2,24%
  • IDXQ30 106   2,74   2,66%

Melihat prospek bisnis Bukit Asam (PTBA) ke depan


Sabtu, 07 November 2020 / 15:51 WIB
ILUSTRASI. Tongkang batubara PTBA menyusuri Sungai Musi di Palembang, Sumatera Selatan.


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Noverius Laoli

Per kuartal ketiga 2020, PTBA membukukan laba bersih senilai Rp 1,7 triliun, turun 44% jika dibandingkan dengan torehan laba bersih pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 3,10 triliun.

Penurunan laba bersih ini selaras dengan penurunan pendapatan bersih Bukit Asam. Emiten yang berbasis di Sumatra Selatan ini membukukan pendapatan bersih senilai Rp 12,8 triliun, turun 20,94% dari realisasi pendapatan bersih di triwulan ketiga 2019 yang kala itu mencapai Rp 16,25 triliun.

Dessy menilai, penurunan kinerja PTBA pada 9 bulan pertama 2020 sudah sesuai dengan ekspektasi Samuel Sekuritas Indonesia seiring dengan tren penurunan harga batubara dibandingkan tahun lalu.

Baca Juga: Simak penjualan dan produksi batubara Bukit Asam (PTBA) hingga kuartal ketiga 2020

Secara kumulatif, tentunya kinerja PTBA tahun ini akan menurun dibandingkan 2019. Namun, untuk 2021 mendatang, Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan industri batubara global akan lebih atraktif dengan menguatnya permintaan dari China seiring aktivitas ekonomi yang diproyeksikan lebih baik dibanding 2020.

Senada, Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas menilai diversifikasi bisnis menjadi kunci strategi PTBA meningkatkan kinerja di masa depan.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×