kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.015   52,00   0,29%
  • IDX 5.792   97,05   1,70%
  • KOMPAS100 753   17,38   2,36%
  • LQ45 571   13,81   2,48%
  • ISSI 200   1,97   0,99%
  • IDX30 323   7,68   2,43%
  • IDXHIDIV20 397   8,26   2,12%
  • IDX80 85   1,98   2,38%
  • IDXV30 108   1,58   1,49%
  • IDXQ30 104   2,04   2,00%

Melihat nasib emiten pariwisata di tengah pandemi corona


Minggu, 19 April 2020 / 20:57 WIB
ILUSTRASI. gerai ritel toko duty free PT Sona Topas Tourism Industry Tbk ; SonaTopas ;  di bali


Reporter: Kenia Intan | Editor: Noverius Laoli

Dijelaskan kepada Kontan.co.id baru-baru ini, PDES masih menimbang-nimbang rencana ekspansinya ke Kamboja. Asal tahu saja, PDES memang memiliki rencana mengembangkan bisnisnya ke negara-negara ASEAN. Tahun lalu, PDES telah ekspansi ke Vietnam

Tidak ingin terlarut dalam kondisi yang kurang menguntungkan, selagi mencermati kemungkinan sektor pariwisata membaik, PANR kini tengah menyiapkan produk-produk domestik. Terlepas dari larangan perjalanan yang diterapkan selama pandemi, Sadewa meyakini potensi wisatawan dalam negeri untuk berwisata sebenarnya masih besar.

Baca Juga: Pefindo pangkas peringkat Panorama Sentrawisata (PANR) karena efek corona

"Dengan nanti masa recovery tiba, kami harap market domestik ini bisa mulai mencicipi lagi perjalanan-perjalanan ke destinasi yang aman dan memungkinkan untuk dituju," imbuhnya.

Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani menilai kinerja sektor pariwisata memang akan berat. Secara teknikal pun pergerakan saham PANR cenderung melemah, sementara untuk SONA dan PDES terlihat tidak likuid.

"Ketiganya kurang menarik untuk dikoleksi," jelasnya kepada Kontan. Asal tahu saja, sejak awal tahun saham PANR sudah terkoreksi 81,44%, saham PDES menurun 10,92% ytd, dan SONA terkoreksi 16,32% ytd.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×