Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) melalui anak usahanya, Medco Redwood Tree Limited, berhasil menerbitkan obligasi senilai US$ 300 juta dengan tingkat kupon 8,875% dan jatuh tempo pada 2032. Dana hasil penerbitan surat utang ini akan digunakan untuk membiayai kembali atau melunasi kewajiban utang perseroan yang telah ada.
CEO Medco Energi Ronald Gunawan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (6/11/2026), menyampaikan obligasi tersebut diterbitkan melalui mekanisme penawaran Rule 144A/Reg S dengan jaminan dari Medco Energi.
Obligasi ini memperoleh peringkat BB- dari Fitch Ratings dan S&P Global Ratings, serta Ba3 dengan prospek stabil dari Moody’s
Baca Juga: RANS Bantah Kerja Sama dengan D'Masiv Berakhir, Bagaimana Dana IPO?
Ronald mengatakan, keberhasilan penerbitan obligasi tersebut mencerminkan kepercayaan investor terhadap Medco, sekaligus menjadi bagian dari strategi pengelolaan liabilitas.
"Dengan rekam jejak yang panjang di pasar modal internasional, kami sangat senang atas kepercayaan yang terus diberikan para investor kepada MedcoEnergi. Penerbitan obligasi ini mempertegas komitmen kami terhadap pengelolaan liabilitas yang proaktif dan disiplin keuangan. Pembiayaan kembali utang yang ada mendukung upaya kami untuk menjaga profil jatuh tempo utang yang terkelola dengan baik," ujar Ronald.
Sebelumnya, Moody's Ratings pada 5 November 2026 telah memberikan peringkat Ba3 terhadap rencana penerbitan obligasi Medco Redwood Tree Limited. Peringkat tersebut mencerminkan profil kredit Medco yang ditopang oleh visibilitas pendapatan dari kontrak penjualan gas alam dengan harga tetap, yang mencakup sekitar 50% dari total produksi perusahaan.
Moody's juga menilai kebijakan keuangan Medco relatif disiplin sehingga perusahaan mampu mempertahankan rasio kredit yang solid dan likuiditas yang sangat baik di tengah siklus pergerakan harga komoditas.
Meski demikian, peringkat tersebut masih dibatasi oleh skala produksi Medco yang relatif moderat dibandingkan sejumlah perusahaan sejenis yang lebih besar, eksposur terhadap volatilitas harga minyak, serta strategi pertumbuhan melalui akuisisi.
Moody's memperkirakan EBITDA Medco mencapai US$ 1,7 miliar-US$ 1,9 miliar pada 2026 seiring tingginya harga minyak dan gas. Namun, angka tersebut diproyeksikan moderat menjadi US$ 1,3 miliar-US$ 1,5 miliar per tahun dalam jangka menengah dengan asumsi harga minyak Brent US$ 55-US$ 75 per barel.
Dari sisi rasio keuangan, Moody's memperkirakan rasio utang terhadap EBITDA tetap di bawah 3,5 kali dan rasio EBITDA terhadap beban bunga di atas 3,5 kali hingga 2028.
Moody's juga menilai posisi likuiditas Medco sangat baik untuk memenuhi kebutuhan pendanaan dalam 12-18 bulan mendatang.
Baca Juga: Merdeka Gold (EMAS) Private Placement 1,47 Miliar Saham Baru, Potensi Dilusi 9,09%
Per 30 Juni 2026, Medco memiliki kas dan setara kas sebesar US$ 1,3 miliar, kas yang dibatasi penggunaannya sebesar US$ 75 juta, serta fasilitas kredit multiyears yang belum ditarik sekitar US$ 602 juta. Dengan demikian, total kas dan fasilitas pendanaan yang tersedia mencapai sekitar US$ 1,98 miliar.
Selain itu, perusahaan diperkirakan mampu menghasilkan arus kas operasional yang cukup untuk memenuhi kebutuhan belanja dan pengeluaran.
Di sisi lain, Moody's turut menyoroti rencana Medco mengakuisisi portofolio aset minyak dan gas di Indonesia dari Eni S.p.A. Portofolio tersebut terdiri dari empat aset Kontrak Kerja Sama (PSC) yang memiliki akses ke infrastruktur LNG melalui fasilitas tie-back.
Tiga dari empat aset tersebut masih berada dalam tahap pengembangan dan eksplorasi. Karena itu, kontribusi produksi dan pendapatan diperkirakan masih terbatas pada tahun-tahun awal, sebelum meningkat secara bertahap dalam jangka menengah.
Moody's menilai rekam jejak Medco dalam menjalankan akuisisi dengan tetap menjaga kekuatan neraca dan mempercepat penurunan utang menjadi salah satu faktor yang mengurangi risiko dari strategi ekspansi tersebut.
Adapun peluang kenaikan peringkat ke depan akan bergantung pada konsistensi Medco menjaga disiplin keuangan, memperbaiki rasio kredit, dan memastikan akuisisi dilakukan dalam skala moderat serta memberikan tambahan laba sejak awal.
Sebaliknya, tekanan terhadap peringkat dapat muncul apabila profil keuangan dan likuiditas memburuk akibat akuisisi agresif yang dibiayai utang maupun peningkatan pengembalian dana kepada pemegang saham.
Baca Juga: Saham Teknologi AS Tertekan, Bitcoin Terancam Jatuh ke Level US$ 73.000
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_23102611123400.jpeg)
