kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 18.063   29,00   0,16%
  • IDX 4.998   -187,15   -3,61%
  • KOMPAS100 632   -25,52   -3,88%
  • LQ45 490   -18,38   -3,61%
  • ISSI 172   -7,07   -3,94%
  • IDX30 274   -9,49   -3,35%
  • IDXHIDIV20 359   -7,14   -1,95%
  • IDX80 73   -2,86   -3,80%
  • IDXV30 101   -1,06   -1,04%
  • IDXQ30 90   -2,82   -3,04%

BREN Mulai Buyback Saham Rp1 Triliun, Intip Profil Emiten dan Kinerja Terkini


Senin, 19 Oktober 2026 / 14:07 WIB
BREN Mulai Buyback Saham Rp1 Triliun, Intip Profil Emiten dan Kinerja Terkini
ILUSTRASI. IHSG (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Penulis: Bimo Adi Kresnomurti | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Intip profil BREN yang segera buyback saham Rp1 Triliun. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) kembali menjadi perhatian investor pasar modal setelah mengumumkan rencana pembelian kembali saham atau buyback dengan dana maksimal Rp1 triliun.

Aksi korporasi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 19 Oktober hingga 31 Desember 2026, di tengah volatilitas pasar saham dan perkembangan terbaru penegakan aturan pasar modal oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Di sisi lain, BREN juga menjadi salah satu emiten yang terkait dengan pengumuman sanksi OJK pada 16 Oktober 2026. Regulator menetapkan denda Rp500 miliar kepada pihak-pihak terkait dalam penjatahan saham BREN.

Baca Juga: Setujui Buyback Saham Rp1 Triliun, Intip Profil Emiten BTPS dan Kinerja Terkini

Namun, denda tersebut bukan denda yang dikenakan kepada BREN sebagai perusahaan, melainkan kepada pihak-pihak yang dinilai melakukan pelanggaran dalam proses penjatahan saham saat penawaran umum.

Selain perkembangan tersebut, investor perlu memperhatikan lini bisnis, susunan manajemen, dan kinerja keuangan BREN untuk memahami profil emiten energi terbarukan yang menjadi bagian dari Grup Barito Pacific ini.

Melansir data IPOT, harga saham BREN telah turun Rp1.730/saham atau memerah 27.31% (-650.00) pada sepekan terakhir per sesi 1 (19/10).

Lalu, seperti apa profil BREN yang segera buyback? Cek lini bisnis hingga kinerja terbaru.

Baca Juga: ASII Siap Buyback Saham Rp8 Triliun: Intip Profil Emiten hingga Kinerja Terbarunya

Profil Perusahaan BREN

PT Barito Renewables Energy Tbk merupakan perusahaan energi terbarukan yang berfokus pada pembangkitan listrik berbasis panas bumi dan energi angin. Perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham BREN.

BREN merupakan bagian dari Grup Barito Pacific yang dikendalikan oleh pengusaha Prajogo Pangestu. Melalui portofolio pembangkit listriknya, perseroan berupaya memperkuat kontribusi energi dengan emisi lebih rendah dan mengembangkan kapasitas pembangkit untuk memenuhi kebutuhan listrik jangka panjang.

Salah satu aset utama BREN adalah Star Energy Geothermal Group, yang mengoperasikan pembangkit listrik tenaga panas bumi di Indonesia. Perseroan juga memiliki eksposur pada pembangkit listrik tenaga angin melalui UPC Sidrap Bayu Energi.

Baca Juga: Segera Buyback Saham Rp1,383 T, Intip Profil Emiten MBMA dan Kinerja Terkini

Lini Bisnis BREN

Kegiatan usaha BREN berpusat pada pembangkitan listrik dari sumber energi terbarukan. Dua segmen penting yang menopang bisnis perseroan adalah panas bumi dan tenaga angin.

1. Pembangkit listrik tenaga panas bumi

Panas bumi atau geotermal menjadi tulang punggung bisnis BREN. Melalui Star Energy Geothermal Group, perseroan mengelola aset pembangkit yang memanfaatkan panas dari dalam bumi untuk menghasilkan listrik.

Pembangkit panas bumi dapat menyediakan pasokan listrik secara berkelanjutan karena tidak bergantung langsung pada perubahan intensitas sinar matahari atau kecepatan angin. Karakteristik ini membuat panas bumi menjadi salah satu sumber energi yang berperan dalam penyediaan listrik rendah emisi.

BREN terus mengembangkan kapasitas dan efisiensi aset panas buminya. Pada kuartal I 2026, perusahaan menyelesaikan proyek retrofit Wayang Windu yang meningkatkan kapasitas terpasang panas bumi menjadi 926 megawatt (MW).

Perseroan juga menargetkan pengembangan sejumlah proyek, termasuk Salak Unit 7, Wayang Windu Unit 3, dan retrofit Darajat Unit 3, untuk mendorong kapasitas panas bumi melampaui 1.000 MW pada akhir 2026. Angka tersebut merupakan target perusahaan, bukan konfirmasi bahwa seluruh proyek telah selesai.

Baca Juga: BUVA Right Issue Rp1,54 Triliun, Intip Profil Emiten Properti dan Real Estate Ini

2. Pembangkit listrik tenaga angin

Selain panas bumi, BREN memiliki bisnis pembangkit listrik tenaga angin melalui UPC Sidrap Bayu Energi di Sulawesi Selatan.

Bisnis ini memperluas sumber pendapatan perseroan sekaligus mendukung diversifikasi portofolio energi terbarukan. Namun, produksi listrik tenaga angin dapat dipengaruhi kondisi cuaca dan kecepatan angin, sehingga kinerjanya berpotensi berfluktuasi dari satu periode ke periode berikutnya.

Dalam laporan kinerja semester I 2026, manajemen menyebut operasi panas bumi yang stabil dan kontribusi pembangkit angin menjadi penopang kinerja konsolidasian.

Baca Juga: FORU Right Issue Rp27,1 Triliun: Intip Profil Emiten, Lini Usaha, hingga Kinerjanya

Susunan Manajemen BREN Terbaru

Berdasarkan laman resmi perusahaan, susunan direksi BREN mencakup Hendra Soetjipto Tan sebagai Presiden Direktur, bersama tiga direktur lainnya. Adapun Dewan Komisaris dipimpin oleh Agus Salim Pangestu.

1. Direksi

Nama Jabatan
Hendra Soetjipto Tan Presiden Direktur
Kenneth Riedel Direktur
Agus Sandy Widyanto Direktur
Chiam Hsing Chee Direktur

2. Dewan Komisaris

Nama Jabatan
Agus Salim Pangestu Presiden Komisaris
Tan Suan Swee Komisaris
David Kosasih Komisaris
Tan Ek Kia Komisaris
Cholanat Yanaranop Komisaris
Merly Komisaris

Baca Juga: Saham GIAA Melesat, Intip Profil Emiten hingga Kinerja Keuangan Terbarunya

Kinerja Keuangan BREN Terbaru

Mengutip data BEI, data terbaru yang tersedia dalam publikasi perusahaan mencakup kinerja tahun buku 2025 dan laporan semester I 2026.

Agar mudah dibandingkan, angka dalam mata uang dolar AS pada laporan perusahaan dikonversi menjadi rupiah menggunakan asumsi kurs Rp17.948 per dolar AS yang dicantumkan dalam informasi buyback.

1. Kinerja sepanjang 2025

Pada 2025, BREN membukukan pendapatan konsolidasian sekitar Rp10,86 triliun, EBITDA sekitar Rp9,29 triliun, dan laba bersih konsolidasian sekitar Rp2,96 triliun.

Indikator 2025 Nilai perkiraan dalam rupiah
Pendapatan konsolidasian Rp10,86 triliun
EBITDA konsolidasian Rp9,29 triliun
Laba bersih konsolidasian Rp2,96 triliun

Manajemen menyebut operasi panas bumi yang stabil dan pengelolaan biaya sebagai faktor penopang kinerja 2025. Meski demikian, segmen tenaga angin menghadapi kondisi yang lebih menantang dibandingkan tahun sebelumnya.

2. Kinerja semester I 2026

Pada enam bulan pertama 2026, BREN mencatat pendapatan konsolidasian sekitar Rp5,99 triliun, EBITDA sekitar Rp5,26 triliun, dan laba bersih konsolidasian sekitar Rp1,90 triliun.

Indikator semester I 2026 Nilai perkiraan dalam rupiah
Pendapatan konsolidasian Rp5,99 triliun
EBITDA konsolidasian Rp5,26 triliun
Laba bersih konsolidasian Rp1,90 triliun

Baca Juga: Laba GOTO Rp607,5 Miliar Semester I-2026, Intip Profil Emiten hingga Data Keuangan

BREN Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun

BREN mengumumkan rencana pembelian kembali saham dengan alokasi dana maksimal Rp1 triliun. Periode pelaksanaannya dijadwalkan mulai 19 Oktober sampai 31 Desember 2026.

Dalam keterbukaan informasi, manajemen menyebut buyback dilakukan untuk menjaga kinerja dan stabilitas pasar modal di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan. Dana pembelian kembali berasal dari saldo kas internal yang dinyatakan sebagai dana lebih, sehingga menurut perusahaan tidak mengganggu kegiatan operasional maupun kebutuhan modal kerja.

BREN menunjuk PT BNI Sekuritas untuk melaksanakan pembelian saham melalui perdagangan di BEI. Perusahaan juga menyatakan aksi korporasi tersebut diperkirakan tidak berdampak negatif secara material terhadap kegiatan usaha maupun pendapatan perseroan.

Rincian rencana buyback BREN

Keterangan Informasi
Nilai maksimal Rp1 triliun
Periode pelaksanaan 19 Oktober–31 Desember 2026
Sumber dana Saldo kas internal
Pelaksana PT BNI Sekuritas
Tujuan Menjaga stabilitas pasar dan mendukung perdagangan saham
Pengelolaan saham hasil buyback Mengikuti ketentuan pasar modal yang berlaku

Saham yang dibeli kembali akan menjadi saham treasuri. Berdasarkan informasi buyback, saham hasil pembelian kembali dapat dialihkan kembali melalui mekanisme yang diizinkan peraturan, dengan batas waktu sesuai ketentuan yang berlaku.

Tonton: Pasar Saham Terpuruk, OJK Kumpulkan Analis dan Manajer Investasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×