kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Mayoritas Konstituen Indeks LQ45 Telah Rilis Kinerja Keuangan, Begini Hasilnya


Minggu, 03 Agustus 2025 / 20:20 WIB
Mayoritas Konstituen Indeks LQ45 Telah Rilis Kinerja Keuangan, Begini Hasilnya
ILUSTRASI. Suasana Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta (29/7/2025). Hampir semua konstituen indeks LQ45 telah merilis kinerja keuangan semester I-2025. Mayoritas kinerjanya sejalan dengan ekspektasi.


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Noverius Laoli

Nico menilai selama saham yang memiliki market cap besar dalam IHSG mendapatkan sentimen positif ini akan membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergairah. 

Seperti beberapa ada emiten yang di luar perbankan yang berada dalam jajaran 10 besar saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mengalami penguatan sehingga memberikan harapan.

“Harapannya saat ini justru terletak pada bank pelat merah  yang memiliki porsi besar dalam kapitalisasi pasar, tetapi kinerjanya masih kurang baik,” jelas Nico. 

Indy Naila, Investment Analyst Edvisor Provina Visindo menambahkan hasil rilis kinerja emiten big caps punya pengaruh yang cukup besar terhadap pasar saham dalam negeri. Namun pergerakan IHSG belakang ini masih didorong oleh beberapa saham konglomerasi.

Baca Juga: Pergerakan Indeks Kompas100 Tertinggal dari IHSG, Begini Proyeksinya ke Depan

“Beberapa saham konglomerasi juga dengan market cap besar yang menjadi penggerak pasar dan membuat IHSG cukup sideways dan cenderung bisa terkoreksi karena investor lebih ke mengambil momentum,” kata dia. 

Sementara, Audi menilai hasil kinerja para emiten sejalan dengan penggerak IHSG yang didominasi di luar sektor keuangan. Pasalnya, sektor keuangan punya bobot terbesar atau 24% terhadap IHSG. 

“Emiten di sektor keuangan mengalami tekanan yang masih terjadi di kuartal II-2025. Sedangkan, sektor defensif cenderung solid seiring dengan konsumsi kebutuhan pokok yang terjaga,” ucapnya. 

Lebih lanjut, Kiwoom Sekuritas merekomendasikan beli BBCA dan BBRI dengan target harga masing-masing di Rp 9.250 dan Rp 3.460. Audi juga merekomendasikan beli TLKM dengan target di Rp 3.240, beli ICBP dengan target di Rp 14.000 dan beli KLBF di Rp 1.720.

Baca Juga: Cek Prospek dan Rekomendasi Saham LQ 45 Usai Turun Tajam di Kuartal I 2025

Sementara itu, saham pilihan Nico dari indeks konstituen indeks LQ45 jatuh pada BBCA, INDF, ICBP, AMRT, CTRA, ARTO. Sedangkan untuk jangka panjang, Indy menyarankan investor melirik saham perbankan seperti BMRI, BBNI dan BBRI. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×