kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.559.000   -11.000   -0,43%
  • USD/IDR 18.129   -73,00   -0,40%
  • IDX 5.143   -139,49   -2,64%
  • KOMPAS100 665   -20,51   -2,99%
  • LQ45 524   -15,83   -2,93%
  • ISSI 172   -4,38   -2,47%
  • IDX30 294   -8,75   -2,89%
  • IDXHIDIV20 395   -10,57   -2,61%
  • IDX80 77   -2,31   -2,92%
  • IDXV30 109   -2,52   -2,25%
  • IDXQ30 99   -2,74   -2,69%

Masih butuh investasi, INVS tidak bagi dividen


Kamis, 28 Juni 2012 / 12:44 WIB
ILUSTRASI. Calon penumpang berjalan untuk lapor diri sebelum naik pesawat di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (23/12/2020). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/foc.


Reporter: Veri Nurhansyah Tragistina | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. PT Inovisi Infracom Tbk (INVS) memutuskan untuk tidak membagikan dividen final tahun buku 2011. Keputusan tersebut sudah disetujui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar, Kamis (28/6).

Benita Sofia, Sekretaris Perusahaan INVS menuturkan, pihaknya akan menggunakan seluruh laba bersih 2011 yang tercatat Rp 381,82 miliar sebagai laba ditahan. "Kami butuh investasi besar untuk pengembangan bisnis batubara sehingga memutuskan tidak bagi dividen," kata dia, di Jakarta, Kamis (26/6).

INVS memang sedang giat menambah kepemilikan kuasa pertambangan (KP) batubara melalui akuisisi. Saat ini, INVS tengah memfinalisasi akuisisi lima KP berstatus belum produksi (green field) di Kalimantan. Nilai akuisisi masih dalam negosiasi, tapi nilainya diprediksi sekitar Rp 1 triliun.

INVS juga akan mengakuisisi dua KP batubara berstatus sudah produksi (brown field) di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. Dua tambang tersebut sudah mampu memproduksi batubara sebanyak 2,5 juta ton per tahun. Proses akuisisi tersebut ditargetkan bisa selesai di akhir tahun ini.

Rencana ekspansi tersebut menjadi alasan utama yang mendasari INVS tidak membagikan dividen. "Dengan ekspansi ini, nilai tambah bagi investor lebih besar dibandingkan dengan membagikan dividen," ujar Benita.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×