Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) cetak kinerja positif selama sembilan bulan pertama 2026, dengan pendapatan mencapai US$ 122 juta. Realisasi tersebut naik 16% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Seiring pertumbuhan pendapatan, EBITDA CDIA juga melonjak 65% secara tahunan menjadi US$ 49,9 juta di periode Januari-September 2026.
Pertumbuhan tersebut turut ditopang oleh peningkatan kontribusi aset baru serta pendapatan berulang dari bisnis infrastruktur. CDIA pun mampu mempertahankan marjin EBITDA di level 41% hingga September 2026, mencerminkan kinerja operasional yang tetap terjaga di tengah ekspansi portofolio bisnis perusahaan.
“Lebih dari 90% pendapatan CDIA berasal dari kontrak, sementara pelanggan pihak ketiga menyumbang sekitar 80% dari total pendapatan. Komposisi tersebut mendukung visibilitas pendapatan sekaligus memperluas diversifikasi pelanggan perusahaan,” kata Manajemen CDIA dalam rilis yang diterima KONTAN, Kamis (29/10/2026).
Baca Juga: IHSG Anjlok 2,6% ke 5.142,8 di Sesi Pertama, Top Losers LQ45: ISAT, BRPT, WIFI
Dari sisi profitabilitas, CDIA mencatatkan laba bersih sebesar US$ 32,2 juta. Namun, perbandingan laba bersih secara tahunan dipengaruhi oleh keuntungan nilai wajar yang dibukukan pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Ekspansi aset turut menjadi bagian dari pengembangan bisnis CDIA sepanjang 2026. Di mana, CDIA menambah kapasitas di sejumlah lini infrastruktur, mulai dari penyediaan air hingga kepelabuhanan dan logistik maritim, yang diharapkan memperluas skala operasional dan mendukung pertumbuhan pendapatan.
Pada Agustus 2026, CDIA meresmikan Instalasi Pengolahan Air Krenceng II di Cilegon, Banten berkapasitas 600 liter per detik. Fasilitas ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan industri dan residensial di Cilegon dan sekitarnya.
Di bisnis kepelabuhanan dan penyimpanan, CDIA mulai merambah pasar penyimpanan bitumen melalui fasilitas berkapasitas 12.000 meter kubik di Merak, Banten, yang diresmikan pada Oktober 2026.
Sementara di lini logistik, CDIA memperkuat armada pengangkutan bahan kimia cair melalui penambahan kapal Boreas dan Novah, masing-masing berkapasitas 9.000 DWT, yang melayani rute China, Thailand, dan Indonesia.
“Ke depan, CDI tetap fokus mendorong pertumbuhan laba berkelanjutan melalui peningkatan kontribusi aset baru, progres proyek menuju operasi komersial, serta basis pelanggan pihak ketiga dan pendapatan berbasis kontrak yang terdiversifikasi,” tambah Manajemen CDIA.
Realisasi investasi dan peningkatan kontribusi aset baru diharapkan dapat memperkuat basis pendapatan berulang CDIA serta menopang pertumbuhan kinerja secara berkelanjutan.
Untuk mendukung ekspansi, CDIA memiliki likuiditas sebesar US$ 747,9 juta per 30 September 2026. Posisi tersebut memberikan ruang bagi CDIA untuk mendanai proyek pengembangan sekaligus menjaga fleksibilitas keuangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














