kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Masih ada net sell pada IHSG, waktunya beli saham-saham murah


Minggu, 09 September 2018 / 17:01 WIB
ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia


Reporter: Yoliawan H | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Net sell asing masih terpantau pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir pekan lalu. Jika melihat penutupan perdagangan akhir pekan lalu tercatat net sell asing sebesar Rp 280,18 miliar.

Kondisi ekonomi yang kurang stabil disinyalir jadi penyebab asing menarik sebagaian dana mereka di emerging market seperti Indonesia. Rupiah yang tertekan dan pernah menyentuh level Rp 15.000 per dollar Amerika Serikat serta defisit neraca perdagangan kian membuat IHSG liar.

Lebih lanjut, tercatat per kuartal II 2018 defisit transaksi berjalan mencapai 3% dari total produk domestik bruto (PDB) atau sebesar US$ 8 miliar. Naik dari defisit transaksi pada kuartal sebelumnya sebesar US$ 5,7 miliar atau 2,2% dari PDB.

Menanggapi kondisi tersebut, William Hartanto Analis Panin Sekuritas mengatakan, memang terlihat asing mulai mengamankan dana mereka. Pun terbukti dari capital outflow sejak awal tahun.

“Tidak perlu terbawa kata-kata dari fund manager besar asing, karena masing-masing punya pandangan sendiri. Main aman boleh, dengan tidak terlalu agresif saja, justru ini momen bagus beli saham-saham murah,” ujar William kepada Kontan.co.id, Jumat (7/9).

Selain itu menurut William investor juga bisa masuk ke saham-saham sektor konsumer yang paling defensif terhadap tren penurunan seperti UNVR, SIDO dan MYOR.

Terkait kondisi defisit neraca perdagangan, William mengatakan itu masih dalam kondisi aman dan pemerintah pun tengah menyiapkan kondisi untuk menekan impor dan meningkatkan ekspor.

“Rekomendasi bisa masuk ke saham-saham dengan target harga jangka panjang UNVR Rp 50.000, SIDO Rp 1.000 dan MYOR Rp 4.000,” tutup William.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×