kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Masih ada kekhawatiran perundingan dagang, harga minyak merosot lagi di akhir pekan


Jumat, 22 Maret 2019 / 21:01 WIB

Masih ada kekhawatiran perundingan dagang, harga minyak merosot lagi di akhir pekan

Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak mentah masih melanjutkan penurunan. Meskipun OPEC getol memangkas produksi dan jumlah persediaan minyak AS menurun, harga minyak tergerus karena perang dagang.

Mengutip Bloomberg, pukul 20.26 WIB harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Mei 2019 berada di level US$ 59.19 per barel. Angka ini turun 1,31% dari harga kemarin yaitu US$ 59.98 per barel. Namun harga minyak WTI masih naik 0,62% dalam sepekan.


Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim menilai hal yang wajar jika harga minyak jatuh di perdagangan dunia. Hal ini karena negosiasi perang dagang belum berujung positif. Sehingga pelaku pasar masih mengkhawatirkan akan hasil keputusan perang dagang ke depannya. 

"Bahkan saya pesimistis perang dagang akan tercapai positif. Karena dari dua negara tersebut tidak ada pencapaian maksimal," ujar Ibrahim kepada Kontan.co.id, Jumat (22/3).

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, akan mengutus Perwakilan Dagang Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin untuk berangkat ke Beijing akhir pekan ini untuk membicarakan rencana pertemuan negosiasi tarif dagang antara kedua negara pada pekan depan.

Hanya saja, bagi Ibrahim, tampaknya Trump dan Xi Jinping tidak akan mencapai kesepakatan. Dan perang dagang masih akan menjadi kekhawatiran pelaku pasar.

Sementara itu, Ibrahim melihat dari fundamentalnya, harga minyak sempat menguat karena ketegasan OPEC dan Rusia dalam memangkas produksi minyaknya. Ditambah adanya sanksi AS ke Iran yang mampu mengangkat harga minyak. 

"Yang bisa menolong harga komoditas yaitu kesepakatan perang dagang," imbuhnya.

Ibrahim meyakini harga minyak masih akan melemah seiring pernyataan pihak negosiator AS dan China mengenai perang dagang. Senin (25/3), Ibrahim memperkirakan harga minyak bergerak di rentang US$ 58,50-US$ 61,00 per barel. Sementara sepekan bergerak di kisaran US$ 57,00 sampai US$ 62,00 per barel.

Secara teknikal, garis bollinger band dan moving average berada 40% di atas bollinger band bawah. Indikator stochastic juga masih wait and see, sementara indikator RSI 60% negatif dan MACD 60% positif. Dia merekomendasikan buy.


Reporter: Jane Aprilyani
Editor: Herlina Kartika
Video Pilihan


Close [X]
×