kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Manulife jualan produk reksadana via Bareksa


Kamis, 21 Desember 2017 / 15:27 WIB


Reporter: Tane Hadiyantono | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Manulife Asset Management Indonesia (MAMI) meneken kerja sama dengan marketplace Bareksa. Melalui kerja sama ini, Manulife menjual delapan produk reksadana kelolaannya di Bakreksa.

Melalui kerja sama ini, Manulife optimistis dapat menggenjot jumlah pelanggan yang saat ini sudah mencapai 188.000. Presiden Direktur MAMI Legowo Kusumonegoro mengatakan, dengan potensi dari Bareksa yang sudah menampung hingga 73.000 pelanggan, maka terdapat potensi kenaikan yang sangat besar.

"Kalau bisa 10%-20% sudah bagus karena kita tidak butuh mencari customer baru," kata Legowo, Kamis (21/12).

Delapan produk yang dipasarkan melalui Barekasa adalah reksadana pasar uang Manulife Dana Kas II (MDK II). Kemudian, empat reksadana pendapatan tetap, yakni Manulife Syariah Sukuk Indonesia (MSSI), Manulife Pendapatan Bulanan II (MPB II), Manulife Obligasi Unggulan (MOU) dan Manulife Obligasi Negara Indonesia II (MONI II).

Ada juga dua reksadana saham yaitu Manulife SMC Plus (MSMCP) dan Manulife Dana Saham (MDS). Serta, satu reksadana campuran, Manulife Dana Campuran II (MDC II).

Reksadana tersebut dinilai cocok bagi investor pemula lantaran memegang aset yang aman dan tidak memiliki volatilitas tinggi. Dua reksadana saham dikhususkan untuk saham mid-caps sehingga cocok bagi pemula.

Khusus untuk reksadana MSSI di Bareksa, calon pembeli dapat memulai investasi senilai Rp 10.000 dan diharapkan dapat mendorong minat masyarakat untuk setidaknya mulai menabung di reksadana secara kecil-kecilan. "Investasi itu jadi keharusan karena kalau kita parkir dananya di deposito itu akan kalah dengan inflasi," jelas Legowo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×