kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Link Net bidik pendapatan 2018 tumbuh 13%-14%


Kamis, 12 April 2018 / 15:38 WIB
ILUSTRASI. RUPS LINK


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Link Net Tbk (LINK) berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 15,1% menjadi Rp 3,4 triliun pada tahun lalu. Adapun, laba bersih perseroan pada 2017 mencapai Rp 1 triliun, naik 23,1% secara year on year (yoy).

Chief Financial Officer LINK Timotius Sulaiman menyebutkan, tahun ini, perusahaan membidik pertumbuhan pendapatan sebesar 13%-14%. Target pertumbuhan tersebut lebih kecil dibandingkan tahun lalu yang mencapai 15%.

"Target saat ini dianggap yang sangat realistis, walaupun kami tetap akan mendorong agar melebihi target. Namun, untuk mencapai 13%- 4% sudah bagus melihat kondisi ekonomi saat ini," ujar Timotius usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Kamis (12/4).

Untuk mencapai target tersebut, Timotius menjelaskan, pihaknya akan tetap berfokus pada customer excellent dan service excellent. "Memenuhi kebutuhan pelanggan, menanggapi komplain dengan cepat, dan menambah homepass", jelasnya.

Sampai saat ini, LINK memiliki panjang jaringan fiber optik 11.723 kilometer. Sampai akhir tahun nanti, LINK menargetkan jumlah homepass mencapai 2,18 juta.

Tahun ini, LINK juga telah menganggarkan capex berkisar Rp 1 triliun-Rp 1,2 triliun. Dananya berasal dari kas internal. Capex tersebut akan digunakan untuk penambahan 180.000 homepass, perbaikan jaringan, peningkatan support system, perawatan, dan untuk memasuki kota baru.

Namun, untuk kota baru, LINK belum menentukan lokasi yang dituju. Yang jelas, Timotius bilang, tahun ini, akan ada setidaknya penambahan satu kota lagi. "Minimal satu kota pada tahun ini di kota besar Pulau Jawa, yang pasti berada dalam jaringan Java Backbone," ujarnya.

Untuk diketahui, saat ini LINK sudah melayani tujuh kota, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang, Medan, Batam dan Bali. Adapun, LINK mengakuisisi Java Backbone pada akhir 2017 lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×