kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Lima tahun berturut-turut, ITMA tak bagi dividen


Selasa, 02 September 2014 / 17:51 WIB
ILUSTRASI. BRMS mencatat kenaikan pendapatan 10,07% menjadi US$ 11,65 juta sepanjang tahun 2022.


Reporter: Veri Nurhansyah Tragistina | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Para pemegang saham PT Sumber Energi Andalan Tbk (ITMA) kembali harus gigit jari. Anak usaha konglomerasi asal India, Tata Power ini memutuskan untuk tidak membagikan dividen untuk tahun buku periode 1 April 2013-31 Maret 2014. 

Informasi tersebut diumumkan melalui pemberitahuan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) ITMA yang dirilis notaris, Leolin Jayayanti, SH. RUPST  itu digelar pada Jumat (29/8) dan dihadiri oleh pemegang saham yang mewaklili 32.17 juta lembar saham atau setara 94,62% dari total modal disetor dan ditempatkan ITMA. 

Ini merupakan tahun kelima secara berturut-turu ITMA tidak membagikan dividen kepada para pemegang saham. Jika mengacu pada laporan tahun per 31 Maret 2014, keputusan untuk tidak membagikan dividen memang direkomendasikan oleh direksi ITMA. 

Padahal, per 31 Maret 2014, ITMA mengantongi laba sesudah pajak senilai US$ 26,11 juta. Namun memang, kinerja laba itu lebih banyak disokong oleh kontribusi dari PT Mitratama Perkasa (PTMP). 

Entitas yang diakuisisi dari PT Bumi Resources Tbk (BUMI) senilai US$ 1 itu menyokong laba senilai US$ 24,87 juta. Di saat bersamaan kinerja operasional ITMA jauh dari harapan. 

Tengok saja, pendapatan ITMA per 31 Maret 2014 hanya US$ 402.700, turun dari periode sama tahun lalu yang tercatat US$ 2,19 juta. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×