kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Liga Saham Big Cap Kamis (12/12): GGRM terlempar, cermati saham BBRI, BBCA dan ASII


Jumat, 13 Desember 2019 / 05:55 WIB
Liga Saham Big Cap Kamis (12/12): GGRM terlempar, cermati saham BBRI, BBCA dan ASII
ILUSTRASI. Gudang Garam (GGRM) kembali terpental dari papan peserta Liga Saham Big Cap, Kamis (12/12). Kapitalisasi pasar GGRM turun lagi ke bawah Rp 100 triliun.

Reporter: Barly Haliem, Kenia Intan | Editor: Komarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gudang Garam (GGRM) kembali terpental dari papan peserta Liga Saham Big Cap. Sebab nilai kapitalisasi pasar (market cap) saham GGRM turun lagi ke bawah Rp 100 triliun.

Pada perdagangan saham Kamis (12/12), harga saham GGRM turun 350 poin atau 0,67% menjadi Rp 51.850 per saham. Market cap saham GGRM pun merosot menjadi Rp 99,76 triliun.

Jika dihitung sejak awal perdagangan pekan ini, market cap saham GGRM turun Rp 3,85 triliun. Sementara dibandingkan satu pekan lalu, nilai pasar saham GGRM sudah merosot Rp 2,02 triliun.

Dalam beberapa waktu terakhir, sentimen negatif masih membayangi saham emiten rokok. Tekanan paling menonjol terhadap saham rokok masih berasal dari kenaikan cukai rokok sebesar 23% di tahun depan. Sentimen ini dinilai akan menurunkan kinerja emiten rokok.

Baca Juga: IHSG turun tiga hari berturut-turut, ini prediksi IHSG pada perdagangan Jumat (13/12)

Selain kenaikan cukai rokok, saham GGRM dan kompetitornya, saham HM Sampoerna (HMSP), tertekan aksi jual investor asing. Dalam sebulan terakhir, asing terlihat menjual kepemilikannya di saham GGRM dan saham HMSP.

Aksi asing itu berlanjut pada perdagangan saham Kamis kemarin. Pemodal asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) saham GGRM senilai Rp 20,85 miliar. Sementara net sell asing di saham HMSP sekitar Rp 20,66 miliar.

Dalam salah satu ulasannya di Harian KONTAN belum lama ini,  analis saham dari Jasa Utama Capital Sekuritas Chris Apriliony menilai, saham GGRM dan saham HMSP tetap prospektif ke depan.Dia menilai kinerja dua emiten saham rokok ini masih solid dan terjaga.

Oleh karena itu, Chris  melihat saham GGRM dan HMSP masih menarik untuk jangka panjang. Apalagi, harganya sudah tergolong murah setelah penurunan yang cukup dalam.

Masih di ulasan yang sama, analis MNC Sekuritas Jessica Sukimaja juga memperkirakan, gejolak saham GGRM dan HMSP akan reda jika aturan tarif cukai baru berjalan dengan baik.

Jika mengacu kinerja kuartal III-2019, Jessica melihat fundamental HMSP stabil. Perusahaan ini mencatatkan pertumbuhan laba bersih 5,26% secara tahunan menjadi Rp 10,20 triliun meski pendapatan HMSP tercatat turun tipis 0,03% year on year (yoy) menjadi Rp 77,50 triliun.

Sementara itu, GGRM berhasil membukukan pertumbuhan pada pendapatan dan laba bersihnya Pendapatan GGRM tumbuh 16,93% yoy menjadi Rp 81,72 triliun dan laba bersih GGRM tumbuh lebih tinggi, yakni 25,69% yoy menjadi Rp 7,24 triliun.

Baca Juga: Turun tiga hari beruntun, IHSG ditutup terkoreksi 0,66% Kamis (12/12)

Oleh karena itu, dia merekomendasikan buy saham HMSP  dan saham GGRM. Dalam hitungan dia, harga pasar wajar saham HMSP adalah Rp 2.750 per saham, sementara harga wajar saham GRRM adalah Rp 63.000 per saham.




TERBARU
Terpopuler

Close [X]
×