kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.841   19,00   0,11%
  • IDX 6.056   -121,64   -1,97%
  • KOMPAS100 791   -17,26   -2,13%
  • LQ45 598   -11,33   -1,86%
  • ISSI 209   -3,77   -1,77%
  • IDX30 338   -6,58   -1,91%
  • IDXHIDIV20 415   -6,25   -1,48%
  • IDX80 90   -1,87   -2,04%
  • IDXV30 112   -0,94   -0,83%
  • IDXQ30 108   -2,21   -2,01%

Lakukan efisiensi, Kimia Farma (KAEF) pangkas belanja modal jadi Rp 1,44 triliun


Rabu, 22 April 2020 / 18:57 WIB
ILUSTRASI. Petugas apotek melayani konsumen di apotek Kimia Farma Padang, Sumatera Barat


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Anggota Holding BUMN Farmasi yaitu PT Kimia Farma Tbk (KAEF) melakukan efisiensi biaya di tengah pandemi Covid-19. 

Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk Verdi Budidarmo mengatakan, KAEF bakal mengurangi anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 547 miliar menjadi Rp 1,44 triliun untuk tahun ini.

Sebelumnya, emiten ini mengalokasikan jumlah belanja modal sebesar Rp 1,98 triliun. “Strategi pada tahun ini, kami melakukan pengurangan terhadap capex menjadi Rp 1,44 triliun,” ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR-RI secara virtual, Jakarta, Selasa (21/4).

Baca Juga: Indofarma (INAF) Bertransformasi Jadi Produsen Alkes, KAEF Fokus di Obat

Selanjutnya, Kimia Farma juga menurunkan jumlah pinjaman berbunga secara bertahap pada tahun 2020. Ia bilang jumlah pinjaman berbunga tahun ini akan diturunkan sebesar Rp 837 miliar menjadi Rp 7,43 triliun.

Selain memangkas belanja modal, Kimia Farma juga menerapkan efisiensi dengan memotong beban usaha. Adapun, KAEF memangkas anggaran beban usaha pada tahun 2020 sebesar Rp 208 miliar menjadi Rp 3,55 triliun, sebelumnya anggaran beban usaha sebesar Rp 3,76 triliun.

Pada tahun ini, KAEF juga fokus untuk mendukung pemerintah dalam menangani Covid-19 dalam bidang logistik obat, alat kesehatan, dan layanan kesehatan. “Dengan target pendapatan tahun ini sebesar Rp 11,7 triliun,” tambahnya.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×