kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.843   41,00   0,24%
  • IDX 8.265   -25,61   -0,31%
  • KOMPAS100 1.168   -3,76   -0,32%
  • LQ45 839   -2,54   -0,30%
  • ISSI 296   -0,31   -0,10%
  • IDX30 436   -0,20   -0,04%
  • IDXHIDIV20 521   0,94   0,18%
  • IDX80 131   -0,34   -0,26%
  • IDXV30 143   0,44   0,31%
  • IDXQ30 141   0,17   0,12%

Laju sektor otomotif masih melambat


Selasa, 10 Mei 2016 / 20:39 WIB
Laju sektor otomotif masih melambat


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Kinerja emiten otomotif sepanjang kuartal I 2016 masih tertekan. Penjualan mobil selama tiga bulan pertama tahun ini hanya mencapai 267.227 unit, turun 3,5% dibanding periode yang sama tahun lalu. Sementara penjualan kendaraan roda dua turun 6,2% year on year (yoy) menjadi 1.504.468 unit.

Laba bersih PT Astra International Tbk (ASII) terkoreksi 22% yoy di periode kuartal I tahun ini menjadi Rp 3,11 triliun. Ini seiring dengan penurunan pendapatan bersih sebesar 7% menjadi Rp 41,88 triliun dari periode yang sama tahun lalu.

Loyonya kinerja ASII lantaran turunnya kontribusi dari bisnis otomotif, teknologi informasi, jasa keuangan sekta segmen alat berat dan pertambangan. Kontribusi laba bersih sektor otomotif yang menjadi core bisnis perseroan turun 3% yoy ke posisi Rp 1,58 triliun meskipun ASII telah mengurangi diskon untuk mengerek margin.

Penjualan mobil ASII kuartal I turun 7% yoy menjadi 127.000 unit dan pangsa pasar perseroan turun dari 49% menjadi 48%. Penurunan ini akibat masih rendahnya permintaan otomotif selama tiga bulan pertama tahun ini. Sedangkan penjualan sepeda motor hanya turun tipis meskipun penjualan secara nasional turun 6%. Alhasil pangsa pasar sepeda motor ASII masih naik dari 68% menjadi 72%.

Adapun PT Indomobil Sukses International Tbk (IMAS) masih mencatatkan kenaikan laba bersih 54,9% menjadi Rp 22,15 miliar dari Rp 14,4 miliar pada kuartal I 2015. Namun, pertumbuhan ini lebih karena penurunan beban pokok penjualan dan beban pajak penghasilan serta adanya laba dari entitas asosiasi.

Pendapatan IMAS turun 11,1% dari Rp 5,04 triliun menjadi Rp 4,18 triliun. Sementara beban pokok pendapatan perseroan turun 20,2% yoy menjadi Rp 3,5 triliun. Lalu terdapat bagian laba dari entitas asosiasi Rp 15,7 miliar, padahal periode yang sama tahun sebelumnya malah tercatta rugi Rp 15,7 miliar. Beban pajak penghasilan IMAS dari Rp 27,7 miliar menjadi Rp 3,6 miliar dan pendapatan keuangannnya naik dari Rp 17,2 miliar jadi Rp 26,9 miliar dan menurunnya.

David Nathanael, analis First Asia Capital mengatakan prospek sektor otomotif tahun ini masih akan tertekan karena permintaan belum mengalami perbaikan di tengah daya beli masyarakat yang masih lemah dan lesunya kondisi ekonomi. Sementara aroma persaingan di industri ini juga semakin panas.

Menurut David, penurunan kinerja dua emiten dari sektor otomotif tidak hanya mengalami penurunan penjualan tetapi juga mengalami penurunan pangsa pasar selama kuartal I kalah dari otomotif merek Honda yang terus mengalami peningkatan setelah melakukan berbagai strategi dalam meningkatkan penjualan.

Tahun ini, dia melihat prospek Honda akan lebih baik dibanding prospek dua emiten otomotif. Sedangkan prospek ASII tahun ini diperkirakan masih stagnan. "Namun strategi-strategi baru yang dilakukan ASII seperti peluncuran produk baru akan mendorong bisnis otomotifnya dalam dua atau tiga tahun ke depan," kata David pada KONTAN, Senin (9/4).

Berbeda dengan IMAS, David melihat prospek bisnis emiten ini belum akan mengalami perbaikan karena strategi perseroan belum cukup agresif dalam menopang pertumbuhan penjualan di tengah lesunya pasar otomotif secara nasional dan tingginya persaingan.

Sementara William Surya Wijaya, analis Asjaya Indosurya melihat prospek otomotif tahun ini masih bisa tumbuh namun tidak akan terlalu signifikan. Pasalnya daya beli masyarakat saat ini belum mengalami perbaikan, namun turunnya BI rate akan mendorong suku bunga kredit ke single digit tahun ini.

Oleh karena itu, prospek emiten otomotif menurutnya tahun ini masih akan lesu. Dia bilang, pertumbuhan emiten sektor ini akan tergantung pada strategi yang dilakukan IMAS maupun ASII di tengah tantangan yang ada. "Kalau mereka bisa melakukan strategi misalnya dengan mengisi segmen yang belum banyak pemainnya mereka akan bisa tumbuh tahun ini," jelasnya.

Dengan jeli melihat pasar dan mengatur strategi sesuai dengan kondisi yang ada, William menilai emiten otomotif masih akan bisa mengejar pertumbuhan. Seperti halnya Honda yang mampu menorehkan pertumbuhan lantaran masuk ke segmen yang tidak banyak digarap oleh kompetitornya.

Saat ini, William merekomendasikan hold untuk IMAS dan ASII. Adapun David merekomendasikan hold ASII dalam jangka pendek dan buy dalam jangka panjang. Sedangkan IMAS direkomendasikan sell.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×