kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Laju marketing sales SSIA melambat


Senin, 07 Juli 2014 / 19:52 WIB
ILUSTRASI. Jangan Langsung Panik Moms, Inilah 4 Cara Ampuh Mengatasi Cegukan pada Bayi


Reporter: Cindy Silviana Sukma | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Pendapatan pra-penjualan (marketing sales) PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) sepanjang semester pertama tahun ini tak setinggi tahun lalu. Namun, manajemen melihat peluang memulihkan pendapatan pra-penjualan tetap terbuka. 

Sonny Satia Negara, Senior Finance & Accounting Manager SSIA, mengungkapkan, marketing sales perseroan hingga akhir Juni lalu tercatat untuk 15,5 hektare. Nilai transaksinya sebesar US$ 19,87 juta atau sekitar Rp 227 miliar. Hasil ini masih sekitar 23,85% dari target marketing sales SSIA sebesar 65 ha di akhir tahun.

Jika dibandingkan dengan pencapaian tahun lalu, transaksi ini tahun ini tertinggal. Marketing sales perseroan di semester pertama 2013 tercatat untuk 61,7 hektare, dengan nilai Rp 573 miliar. Dengan demikian, transaksi di semester pertama tahun ini 60% lebih kecil ketimbang periode yang sama tahun lalu.

Melambatnya penjualan properti di kawasan industri ini, ucap Sonny, disebabkan, sulitnya memperoleh sertifikat pemecahan tanah dan masih adanya klaim-klaim kepemiikan tanah dari pihak lain. "Jika masalah-masalah ini sudah beres, saya rasa marketing sales nanti dapat meningkat," tuturnya kepada KONTAN, Senin (7/7).

Sonny mengatakan, belum dapat memproyeksikan kinerja pendapatan di semester pertama ini. Ia berharap, kinerja bisa meningkatkan kinerja usai pemilu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×