kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Laju aluminium terhambat menanti hasil FOMC


Rabu, 27 Juli 2016 / 21:22 WIB


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Laju aluminium terhambat menanti Federal Open Market Committee (FOMC) pada Kamis (28/7) dini hari.

Mengutip Bloomberg, Selasa (26/7) harga aluminium kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange terkikis 0,8% ke level US$ 1.592 per metrik ton dibanding sehari sebelumnya. Dalam sepekan terakhir aluminium tergerus 3,3%.

Analis PT Asia Tradepoint Futures, Andri Hardianto memaparkan, harga aluminium tertekan menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC).

Pelaku pasar masih menunggu pernyataan The Fed terkait arah kebijakan ekonomi. "Turunnya harga minyak mentah akibat kenaikan stok minyak Amerika Serikat juga ikut menyeret harga aluminium," ujarnya.

Setelah The Fed mengumumkan hasil pertemuan FOMC, Andri memprediksi harga aluminium akan kembali menguat. Pasalnya, aktivitas industri China yang mulai membaik menunjukkan harapan kenaikan permintaan aluminium dari negeri Panda.

Demikian juga dengan adanya stimulus ekonomi Jepang yang menambah sentimen psotif bagi komoditas logam industri termasuk aluminium.

Salah satu produsen aluminium terbesar yakni Norsk Hydro memprediksi adanya pertumbuhan permintaan global di tahun ini yakni sekitar 4% - 5%. Sedangkan pertumbuhan permintaan China diprediksi sebesar 5% - 6%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×