kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.083   -27,00   -0,15%
  • IDX 6.063   23,13   0,38%
  • KOMPAS100 795   6,11   0,78%
  • LQ45 603   3,95   0,66%
  • ISSI 210   0,32   0,15%
  • IDX30 341   2,18   0,64%
  • IDXHIDIV20 425   2,76   0,65%
  • IDX80 91   0,58   0,65%
  • IDXV30 116   0,35   0,30%
  • IDXQ30 109   0,65   0,59%

Laba bersih ASII turun 6% di kuartal III


Senin, 31 Oktober 2016 / 19:38 WIB


Reporter: Narita Indrastiti | Editor: Yudho Winarto

Kinerja Per Divisi

Laba bersih segmen otomotif naik 12% menjadi Rp 6 triliun pada sembilan bulan pertama tahun ini. Peluncuran model baru berdampak positif terhadap margin laba perseroan. Perseroan telah meluncurkan 10 model baru dan tujuh model revamped selama periode ini.

Penjualan nasional mobil Astra naik 10% menjadi 422.000 unit di saat penjualan mobil nasional hanya naik 2%. Sehingga, pangsa pasar Astra pun meningkat 54% dari 50%.

Meski penjualan motor masih menurun, namun pangsa pasar motor Astra naik menjadi 72% dari sebelumnya 68%. Hal ini didukung oleh peluncuran enam model baru dan delapan model revamped.

Di bisnis komponen otomotif, laba bersih PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) naik cukup tinggi 59% menjadi Rp 284 miliar karena ada kenaikan pendapatan di segmen pabrikan otomotif, after market, dan segmen ekspor.

Namun, laba bersih divisi alat berat dan pertambangan turun 43% menjadi Rp 1,9 triliun. PT United Tractors Tbk (UNTR) hanya mencetak laba bersih Rp 3,1 triliun, merosot 44% karena turunnya pendapatan.

Penjualan alat berat Komatsu turun 12% menjadi 1.588 unit, Begitu pula kinerja PT Pamapersada Nusantara yang mencatat penurunan produksi batubara sebesar 3% menjadi 79 juta ton dan penurunan kontrak pengupasan lapisan tanah sebesar 12% menjadi 524 juta bank cubic meters (bcm).

Untungnya, anak usaha UNTR, PT Acset Indonusa Tbk (ACST) berhasil membukukan laba bersih Rp 40 miliar atau naik 210% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kinerja yang turun juga masih dirasakan di divisi jasa keuangan yang melorot 31% menjadi Rp 2,1 triliun. Ini karena PT Bank Permata Tbk (BNLI) mencetak kerugian karena ada peningkatan provisi kerugian atas pinjaman yang diberikan menjadi 4,9% dari sebelumnya sebesar 2,7%. Kerugian Bank Permata mencapai Rp 1,2 triliun, dibandingkan laba bersih Rp 938 miliar pada periode yang sama tahun lalu.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×