kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.565   0,00   0,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Kurs Rupiah Berpotensi Lanjut Menguat pada Selasa (13/2)


Senin, 12 Februari 2024 / 19:25 WIB
Kurs Rupiah Berpotensi Lanjut Menguat pada Selasa (13/2)
ILUSTRASI. Senin (12/2), rupiah spot ditutup menguat 0,26% di level Rp 15.595 per dolar AS.


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Usai libur panjang, nilai tukar rupiah di pasar spot tampil perkasa. Senin (12/2), rupiah spot ditutup di level Rp 15.595 per dolar Amerika Serikat (AS). Kurs rupiah menguat 0,26% dibanding penutupan Rabu (7/2) di Rp 15.635 per dolar AS.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, penguatan rupiah masih didorong penurunan yang terjadi pada indeks dolar, pasca revisi ke bawah inflasi bulanan AS untuk Desember 2023. "Ini mengonfirmasi bahwa tren disinflasi terus berlanjut dan ruang pemotongan FFR semakin terbuka di tahun 2024 ini," kata Josua kepada Kontan.co.id, Senin (12/2).

Untuk besok, Josua memperkirakan rupiah masih berpotensi lanjut menguat. Hal ini seiring dengan meredanya sentimen terkait Pemilu dan ditopang oleh fundamental ekonomi Indonesia yang menunjukkan resiliensi.

Baca Juga: Perkasa, Rupiah Spot Ditutup Menguat ke Rp 15.595 Per Dolar AS Pada Hari Ini (12/2)

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi melanjutkan, data CPI untuk bulan Januari yang akan dirilis hari Selasa diperkirakan menunjukkan sedikit penurunan inflasi. Namun tekanan harga diperkirakan masih akan tetap relatif stabil, dengan angka CPI inti khususnya akan tetap jauh di atas target tahunan Federal Reserve sebesar 2%.

"Sebuah skenario yang memberikan dorongan lebih besar bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama," kata Ibrahim.

Di sisi lain, resilensi ekonomi dalam negeri juga menopang rupiah. Ibrahim memperkirakan tahun ini pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,07%.

Baca Juga: Pekan Pemilu, Intip Prediksi Arah Rupiah Untuk Senin (12/2)

Proyeksi International Monetary Fund (IMF) dan World Bank terhadap ekonomi Indonesia juga cenderung resiliens untuk tahun ini, di sekitar 5%. "Sehingga pertumbuhan ekonomi tahun ini diperkirakan solid," katanya.

Oleh sebab itu, Ibrahim memperkirakan rupiah akan dibuka berfluktuasi tetapi ditutup menguat di rentang Rp 14.550 per dolar AS-Rp 14.630 per dolar AS. Sementara Josua memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp 15.525 per dolar AS– Rp 15.725 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×