kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.620   67,00   0,38%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Konflik di Laut Merah Memanas, Intip Prospek Harga Minyak Dunia ke Depan


Kamis, 18 Januari 2024 / 07:40 WIB
Konflik di Laut Merah Memanas, Intip Prospek Harga Minyak Dunia ke Depan
ILUSTRASI. Pompa minyak bumi di Prancis. REUTERS/Christian Hartmann/File Photo


Reporter: Akmalal Hamdhi | Editor: Tendi Mahadi

Meskipun tren harga saat ini menunjukkan penurunan, Andrew berpendapat bahwa ada potensi untuk perubahan arah. Namun optimisme itu tetap menjadi tanda tanya karena kondisi geopolitik yang terus berubah dan perencanaan produksi minyak yang dapat mempengaruhi daya beli di pasar.

“Pasar minyak tetap menjadi sorotan, dan para pelaku pasar perlu melihat secara cermat perkembangan selanjutnya, terutama dalam konteks ketidakpastian global yang dapat mempengaruhi harga minyak dalam jangka pendek dan panjang,” ungkap Andrew dalam riset harian, Rabu (17/1).

Sementara itu, Lukman menambahkan, semua komoditas yang biasanya melewati jalur tersebut juga berpotensi akan meningkat harganya. Namun bukan pada harga dasar, tetapi lebih dikarenakan biaya yang lebih tinggi imbas perlu mengganti rute yang lebih panjang.

Lukman memandang bahwa apabila perang berkelanjutan, meningkat dan bahkan melibatkan lebih banyak pihak, maka harga emas tentunya sangat ideal untuk menjadi tujuan permintaan safe haven.

Namun seperti halnya minyak mentah, untuk saat ini efek dari penguatan dolar AS lebih mendominasi, sehingga emas masih turun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×