kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.914   44,00   0,25%
  • IDX 5.662   -158,96   -2,73%
  • KOMPAS100 731   -21,13   -2,81%
  • LQ45 557   -15,85   -2,77%
  • ISSI 196   -4,87   -2,42%
  • IDX30 317   -8,35   -2,57%
  • IDXHIDIV20 392   -9,38   -2,34%
  • IDX80 83   -2,44   -2,85%
  • IDXV30 106   -1,97   -1,82%
  • IDXQ30 103   -2,28   -2,17%

Konflik di Laut Merah Memanas, Intip Prospek Harga Minyak Dunia ke Depan


Kamis, 18 Januari 2024 / 07:40 WIB
Konflik di Laut Merah Memanas, Intip Prospek Harga Minyak Dunia ke Depan
ILUSTRASI. Pompa minyak bumi di Prancis. REUTERS/Christian Hartmann/File Photo


Reporter: Akmalal Hamdhi | Editor: Tendi Mahadi

Meskipun tren harga saat ini menunjukkan penurunan, Andrew berpendapat bahwa ada potensi untuk perubahan arah. Namun optimisme itu tetap menjadi tanda tanya karena kondisi geopolitik yang terus berubah dan perencanaan produksi minyak yang dapat mempengaruhi daya beli di pasar.

“Pasar minyak tetap menjadi sorotan, dan para pelaku pasar perlu melihat secara cermat perkembangan selanjutnya, terutama dalam konteks ketidakpastian global yang dapat mempengaruhi harga minyak dalam jangka pendek dan panjang,” ungkap Andrew dalam riset harian, Rabu (17/1).

Sementara itu, Lukman menambahkan, semua komoditas yang biasanya melewati jalur tersebut juga berpotensi akan meningkat harganya. Namun bukan pada harga dasar, tetapi lebih dikarenakan biaya yang lebih tinggi imbas perlu mengganti rute yang lebih panjang.

Lukman memandang bahwa apabila perang berkelanjutan, meningkat dan bahkan melibatkan lebih banyak pihak, maka harga emas tentunya sangat ideal untuk menjadi tujuan permintaan safe haven.

Namun seperti halnya minyak mentah, untuk saat ini efek dari penguatan dolar AS lebih mendominasi, sehingga emas masih turun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×