kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Koflik AS-Korut meredam kenaikan logam industri


Jumat, 11 Agustus 2017 / 18:23 WIB


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - Kenaikan harga logam industri menuju level tertinggi dalam 30 bulan mulai terhambat lantaran meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Korea Utara (Korut). Konflik kedua negara ini menurunkan antusiasme investor di saat beberapa kontrak juga telah mencapai wilayah overbought.

Mengutip Bloomberg, Jumat (11/8), harga nikel kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange jatuh 3,6% ke level US$ 10.590 per metrik ton atau koreksi tertinggi sejak 18 April dan diperdagangkan di US$ 10.660 per metrik ton pada pukul 10.18 waktu London. Harga tembaga turun 1,1% ke level US$ 6.352,35 per metrik ton dibanding sehari sebelumnya.

"Harga logam rentan karena investor mengambil keuntungan setelah rally, tetapi penurunan bisa menarik kembali pembeli jika ketegangan di Korea Utara memudar," kata Malcolm Freeman, Direktur Kingdom Futures, seperti dikutip Bloomberg, Jumat (11/8).

"Profit taking dimulai kemarin dan mereka yang tidak menyadari itu baru datang ke pasar sekarang," imbuh Freeman. Selasa (8/8) lalu, indeks LME untuk enam logam industri menyentuh level tertinggi sejak November 2014.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×