kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Kinerja Vale Indonesia (INCO) anjlok secara tahunan, membaik secara kuartalan


Jumat, 25 Oktober 2019 / 05:14 WIB
Kinerja Vale Indonesia (INCO) anjlok secara tahunan, membaik secara kuartalan
ILUSTRASI. Sejumlah articulated dump truck mengangkut material pada pengerukan lapisan atas di pertambangan nikel PT. Vale di Soroako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Kamis (28/3/2019). PT. Vale membuka lahan baru di kawasan itu seluas 350 hektare untuk meningkatkan j


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja keuangan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) turun terimbas dari penurunan kinerja operasional. Sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, produksi nikel dalam matte INCO tercatat 50.531 metrik ton, turun 6,8% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, 54.227 metrik ton.

Pada saat yang bersamaan, volume penjualannya tercatat 50.831 metrik ton. Angka ini turun dengan besaran yang sama seperti volume produksi, sebesar 6,8% dari sebelumnya 54.569 metrik ton.

Namun, rata-rata harga jual atau average selling price (ASP) juga turun. Berdasarkan laporan Vale, Kamis (24/10), penurunan harga jual rata-rata sebesar 6,4% menjadi US$ 9.963 per ton.

Baca Juga: Berpeluang rebound, penurunan harga nikel lebih faktor teknikal

Imbasnya, pendapatan INCO selama periode tersebut turun 12,6% menjadi US$ 506,46 juta. Di tengah penurunan ini, INCO mencatat kenaikan beban pokok 0,4% menjadi US$ 485,44 juta.

Meski hanya naik tipis, kenaikan tersebut sudah cukup membuat laba kotor INCO menyusut 78% menjadi US$ 21,02 juta dari sebelumnya US$ 96,54 juta.

Beban usaha dan beban lain-lain INCO sejatinya kompak menurun. Namun, pos pendapatan lain-lain perusahaan ini juga turun 90% menjadi hanya US$ 361.000. Alhasil, laba usaha INCO anjlok 98% menjadi hanya US$ 862.000.

Penurunan tersebut turut mempengaruhi laba bersih INCO. Hingga akhir September kemarin, laba bersih perusahaan hanya US$ 160.000, anjlok 99% dari sebelumnya US$ 55,21 juta.

Baca Juga: Usai divestasi, simak rekomendasi saham Vale Indonesia (INCO) dari analis berikut

Secara kuartalan membaik

Meski begitu, kinerja INCO kembali membaik jika dilihat secara kuartalan. Bukan hanya operasional, tapi juga dari sisi keuangan.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×