kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Kinerja Triputra Agro (TAPG) Diprediksi Tumbuh Single Digit, Ini Rekomendasi Sahamnya


Jumat, 12 Januari 2024 / 16:25 WIB
Kinerja Triputra Agro (TAPG) Diprediksi Tumbuh Single Digit, Ini Rekomendasi Sahamnya
ILUSTRASI. PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) memprediksi prospek kinerjanya di tahun 2024 belum bisa tumbuh secara signifikan


Reporter: Nadya Zahira | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) memprediksi prospek kinerjanya di tahun 2024 belum bisa tumbuh secara signifikan dan pertumbuhan produksinya hanya single digit. 

“Hal tersebut karena masih terdapat efek fenomena El-Nino atau panas berkepanjangan di tahun 2023, dan iklim di tahun ini yang cenderung netral,” ujar Coorporate Funding Dept Head PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), Regina Anggraeni, kepada Kontan.co.id, Jumat (12/1). 

Sementara untuk harga CPO, Regina memperkirakan TAPG masih akan berada pada level yang relatif tinggi dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir. Hal itu lantaran supply dari vegetable oil global belum terlihat mengalami peningkatan yang signifikan. 

“Terkait biaya khususnya pupuk, perseroan memperkirakan harga pupuk akan mengalami penurunan dengan level yang berada di bawah tahun 2023,” kata Regina. 

Baca Juga: Triputra Agro (TAPG) Pacu Produksi Sawiit

Kendati demikian, dia mengatakan berdasarkan dari faktor-faktor tersebut, perseroan memperkirakan performa 2024 bisa lebih baik dibandingkan 2023 lalu. 

TAPG mencatatkan produksi minyak kelapa sawit alias crude palm oil (CPO) sebesar 975.000 ton pada tahun 2023. Perseroan juga memproduksi sekitar 3,05 juta ton tandan buah segar (TBS). Raihan tersebut sudah termasuk akumulasi dari perusahaan asosiasi.

Regina mengatakan, angka tersebut turun 5% jika dibandingkan produksi Perseroan di tahun 2022. Dia menjelaskan penurunan produksi ini dikarenakan tanaman yang memasuki seasonal cyclical setelah lonjakan produksi di tahun 2022.

Sementara itu, CEO Edvisor Praska Putrantyo mengatakan harga CPO  diproyeksikan masih bergerak melandai di kisaran RM 3.600-RM 4.000 per ton. Di mana katalis pendorong lebih dipengaruhi oleh pertumbuhan suplai baik karena faktor cuaca maupun distribusi.

“Selain itu juga faktor dari tren permintaan dari India dan China sebagai negara importir terbesar CPO,” kata dia. 

Praska menyarankan kepada investor untuk trading jangka pendek pada saham TAPG, karena sahamn

Baca Juga: TAPG Tingkatkan Kapasitas Produksi dan Lahan Baru pada Tahun 2024

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana merekomendasikan trading buy untuk saham TAPG dengan support Rp 530 dan resistance Rp 550 per saham. 

Sementara, Pengamat Pasar Modal dan Founder WH Project, William Hartanto memaparkan, saham TAPG tengah mengalami pergerakan sideways setelah tren melemah.

William merekomendasikan beli untuk TAPG dengan target harga Rp 500 - Rp 520 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×