kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kinerja Ritel Kinclong pada Kuartal I- 2026, Cermati Saham yang Menarik Dikoleksi


Selasa, 05 Mei 2026 / 19:07 WIB
Kinerja Ritel Kinclong pada Kuartal I- 2026, Cermati Saham yang Menarik Dikoleksi
ILUSTRASI. Alfamart (KONTAN/Cheppy A. Muchlis). Sejumlah emiten di sektor ritel mampu meraih kinerja positif sepanjang periode kuartal I-2026, cermati saham pilihan analis.


Reporter: Rashif Usman | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah emiten di sektor ritel mampu meraih kinerja positif sepanjang periode kuartal I-2026.

Berdasarkan riset Kontan, PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO) menjadi peritel dengan lonjakan laba bersih tertinggi, yakni mencapai 220,65% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 87,01 miliar per kuartal I-2026.

Di posisi berikutnya, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) membukukan kenaikan laba 122,73% yoy menjadi Rp 452,71 miliar, disusul PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) yang tumbuh 38,41% yoy menjadi Rp 470,57 miliar dan PT. Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) yang melompat 34,77% menjadi Rp 256,57 mili

Lalu, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) mencatatkan kenaikan laba bersih 32,98% menjadi Rp 628,03 miliar.

Baca Juga: Saham KAQI Melesat 56% Seminggu, Investor Ritel Wajib Profil Emiten Ini

Sementara itu, PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) tumbuh 15,48% yoy, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) naik 10,29% yoy, dan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) meningkat 7,57% yoy.

Tak hanya itu, emiten ritel dari Grup Lippo, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), juga menunjukkan perbaikan kinerja dengan berhasil berbalik dari rugi menjadi laba Rp 1,6 miliar.

Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah Elandry mengatakan kinerja emiten ritel pada kuartal I-2026 yang terlihat cukup impresif pada dasarnya didorong oleh kombinasi faktor siklikal dan struktural. 

Dari sisi musiman, momentum Ramadan dan Lebaran memang menjadi pendorong utama, terutama untuk segmen fast moving consumer goods, fesyen, dan produk gaya hidup.

Baca Juga: Emiten Telekomunikasi: Berkah Ramadan 2026, Cuan Besar Menanti?

Namun di luar itu, ada beberapa faktor lain yang juga cukup signifikan.

 

Pertama, daya beli masyarakat yang relatif terjaga, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang masih solid di atas 5%.

Kedua, strategi efisiensi dan optimalisasi margin yang dilakukan banyak peritel sejak 2024–2025 mulai membuahkan hasil, sehingga pertumbuhan laba terlihat lebih tinggi dibanding pertumbuhan penjualan. 

Ketiga, pergeseran pola konsumsi ke produk yang lebih value for money juga menguntungkan pemain-pemain tertentu seperti MAPI dan MIDI yang memiliki positioning kuat di segmen middle market.

Selain itu, emiten seperti ERAA juga diuntungkan oleh siklus produk baru seperti gadget yang mendorong volume penjualan.

Baca Juga: Daya Beli Naik Saat Ramadan Potensi Dongkrak Kinerja Emiten Ritel

"Untuk keberlanjutan kinerja, menurut saya kuartal II masih berpotensi cukup baik, meskipun tidak sekuat kuartal I karena efek musiman mulai mereda," kata Elandry kepada Kontan, Selasa (5/5/2026).

Secara keseluruhan hingga akhir 2026, sektor ritel masih berpotensi mencatat pertumbuhan positif, namun dengan laju yang lebih normalisasi.

Sentimen pendukungnya antara lain stabilitas inflasi, potensi penurunan suku bunga global, serta konsumsi domestik yang tetap menjadi tulang punggung ekonomi. 

Sementara itu, sentimen pemberat yang perlu dicermati adalah potensi pelemahan daya beli kelas menengah, fluktuasi nilai tukar, serta tekanan margin jika terjadi kenaikan biaya operasional.

Baca Juga: Kinerja Emiten Grup Triputra Moncer, Simak Rekomendasi Sahamnya

Dari sisi harga saham, sebagian besar emiten ritel sebenarnya sudah mulai merefleksikan perbaikan kinerja tersebut, terutama saham-saham yang lebih likuid dan menjadi pemimpin pasar.

Namun demikian, kenaikannya cenderung tidak merata, sehingga masih terdapat peluang di beberapa saham yang secara valuasi masih relatif lagging. Dalam kondisi seperti ini, pasar terlihat lebih selektif dan berbasis pada kualitas pertumbuhan laba.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×