Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Emiten sektor ritel diperkirakan mendapat dorongan kinerja pada awal tahun 2026 seiring momentum konsumsi selama Ramadan dan Lebaran.
Periode ini secara historis menjadi puncak belanja masyarakat yang dapat meningkatkan penjualan berbagai pelaku ritel.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi mengatakan momentum musiman yang jatuh pada kuartal I–II 2026 ini berpotensi menjadi katalis positif bagi sejumlah emiten ritel seperti PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA), dan PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI).
Menurutnya, peningkatan konsumsi biasanya didorong oleh pencairan tunjangan hari raya (THR), aktivitas mudik, serta kenaikan rata-rata upah minimum regional (UMR) yang meningkatkan daya beli masyarakat, khususnya kelompok menengah.
Ia menjelaskan, ACES berpotensi mencatat peningkatan penjualan dari kategori produk rumah tangga dan seasonal products, meskipun sifat produknya yang lebih bersifat discretionary membuat sensitivitasnya terhadap konsumsi musiman relatif moderat.
Baca Juga: Pencairan THR 2026 Jadi Katalis Emiten Konsumer dan Ritel, Cek Rekomendasi Sahamnya
Sementara itu, MAPI dan MAPA diperkirakan memperoleh dorongan yang lebih kuat karena segmen fashion, footwear, dan lifestyle biasanya mengalami lonjakan permintaan menjelang Lebaran.
"Di sisi lain, Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) diuntungkan oleh peningkatan konsumsi kebutuhan harian dan belanja rumah tangga selama Ramadan," jelas Imam kepada Kontan, Jumat (6/3/2026).
Namun demikian, Imam menilai dampak festive season terhadap pergerakan saham ritel umumnya bersifat taktis dan jangka pendek. Dampaknya terhadap fundamental kinerja biasanya lebih terlihat pada hasil kinerja semester pertama.
“Untuk keseluruhan tahun 2026, keberlanjutan pertumbuhan tetap sangat bergantung pada stabilitas daya beli masyarakat, inflasi, serta tren konsumsi domestik,” jelasnya.
Baca Juga: Kinerja Emiten Ritel Ditopang Imlek dan Ramadan, Simak Rekomendasi Sahamnya
Selain momentum musiman, terdapat sejumlah katalis lain yang dapat memengaruhi kinerja sektor ritel pada tahun ini. Di antaranya adalah pemulihan konsumsi domestik seiring pertumbuhan ekonomi dan kenaikan pendapatan masyarakat.
Strategi ekspansi gerai serta penguatan kanal omnichannel juga dinilai dapat memperluas penetrasi pasar dan basis konsumen emiten ritel. Selain itu, tren premiumisasi dan lifestyle spending pada segmen kelas menengah dinilai dapat mendukung kinerja MAPI dan MAPA.
Meski demikian, terdapat beberapa risiko yang perlu dicermati.
Imam menyebut tekanan terhadap daya beli akibat inflasi atau kenaikan biaya hidup, pelemahan nilai tukar rupiah yang dapat meningkatkan harga barang impor, serta potensi perlambatan konsumsi apabila kondisi makroekonomi memburuk.
Selain itu, kenaikan biaya operasional seperti sewa ritel dan biaya tenaga kerja juga berpotensi menekan margin laba emiten sektor ini.
Dari sisi kinerja, Imam menilai prospek laba bersih emiten ritel pada 2026 masih memiliki peluang untuk tumbuh, meskipun dengan tingkat pertumbuhan yang berbeda-beda antar emiten.
Baca Juga: Momen Imlek dan Ramadan Bawa Berkah ke Emiten Ritel, Ini Pilihan Sahamnya
MAPI dan MAPA diperkirakan mencatat pertumbuhan laba yang relatif solid seiring ekspansi portofolio merek, pembukaan gerai baru, serta pertumbuhan konsumsi lifestyle di segmen menengah ke atas.
Di sisi lain, MIDI diproyeksikan mampu mempertahankan pertumbuhan yang stabil didukung ekspansi jaringan toko dan peningkatan kontribusi produk private label.
Sementara itu, ACES diperkirakan menghadapi tantangan pertumbuhan yang lebih moderat karena produknya bersifat discretionary dan lebih sensitif terhadap perubahan daya beli masyarakat.
Dengan dorongan katalis dan sentimen di atas, Imam merekomendasikan buy untuk saham MAPI dengan target harga Rp 1.200 per saham serta buy untuk MAPA dengan target harga Rp 640 per saham.
Baca Juga: Dibayangi Sentimen Daya Beli, Cek Rekomendasi Saham Emiten Sektor Ritel
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













