kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.677.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.813   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Bursa Asia Bergerak Variasi pada Senin (17/8) Pagi


Senin, 17 Agustus 2026 / 08:38 WIB
Bursa Asia Bergerak Variasi pada Senin (17/8) Pagi
ILUSTRASI. Bursa Asia bergerak beragam karena investor berhati-hati mengamati upaya pembukaan kembali Selat Hormuz yang dapat membebani harga minyak.(REUTERS/Manami Yamada)


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Asia dibuka beragam alias mixed pada pedagangan awal pekan ini, Senin (17/8/2926). Pukul 08.30 WIB, indeks Nikkei 225 turun 147,36 poin atu 0,24% ke 68.548,44, Hang Seng naik 265,73 poin atau 1,02% ke 25.369,58, Taiex naik 191,63 poin atau 0,49% ke 45.994,41, ASX 200 turun 9,22 poin atau 0,10% ke 9.106, Straits Times turun 54,37 poin atau 0,94% ke 5.690,79 dan FTSE Malaysia turun 0,34 poin atau 0,03% ke 1.726,89.

Bursa Asia bergerak beragam karena investor berhati-hati mengamati upaya pembukaan kembali Selat Hormuz yang dapat membebani harga minyak.

Perhatian pasar tetap tertuju pada Timur Tengah sebagai katalis pasar berikutnya setelah data konsumen AS yang lemah meredam optimism setelah pembacaan inflasi yang rendah.

Baca Juga: Harga Emas Naik Senin (17/8) Pagi, Investor Cermati Efek Inflasi ke Suku Bunga Fed

"Hambatan paling signifikan bagi pasar saat ini tetaplah ketidakpastian geopolitik yang terus membebani sentiment pasar, meski relatif kurangnya aktivitas militer di Timur Tengah telah menurunkan volatilitas," kata Kyle Rodda, analis senior di Capital.com seperti dilansir Bloomberg.

Di Asia, pasar juga mencermati rilis data ekonomi China, termasuk penjualan ritel dan produksi industri yang akan dirilis hari ini. Para ekonom memperkirakan pengeloaran konsumen akan meningkat pada Juli.

"Momentum makroekonomi China terus memburuk, karena pertumbuhan kredit melambat dan inflasi tetap lemah,"  kata Wee Khoon Chong, ahli strategi di BNY dalam sebuah catatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×