kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.000   -49,00   -0,29%
  • IDX 7.184   136,22   1,93%
  • KOMPAS100 993   21,00   2,16%
  • LQ45 727   10,98   1,53%
  • ISSI 257   5,98   2,38%
  • IDX30 393   4,71   1,21%
  • IDXHIDIV20 487   -0,17   -0,03%
  • IDX80 112   2,02   1,84%
  • IDXV30 135   -0,77   -0,57%
  • IDXQ30 128   1,38   1,08%

Kinerja Emiten MIND ID Beragam pada 2025, Begini Rekomendasinya dari Analis


Rabu, 01 April 2026 / 19:58 WIB
Kinerja Emiten MIND ID Beragam pada 2025, Begini Rekomendasinya dari Analis
ILUSTRASI. Batubara Bukit Asam (Dok/PTBA)


Reporter: Dimas Andi | Editor: Noverius Laoli

Sebaliknya, kinerja ANTM dan INCO berpotensi ternomalisasi seiring tren bearish harga emas dan fluktuasi harga nikel. Namun, kinerja kedua emiten tersebut dapat terbantu oleh optimalisasi volume produksi dan efisiensi operasional.

Wafi juga menyebut, proyek hilirisasi akan menjadi game changer bagi emiten MIND ID secara jangka panjang yang dapat menciptakan peningkatan margin signifikan dan tahan terhadap risiko fluktuasi harga komoditas mentah.

“Pendanaan eksternal untuk hilirisasi diperlukan segera karena capex proyek smelter masif dan berisiko menekan likuiditas operasional jangka pendek,” terang dia, Rabu (1/4).

Baca Juga: Pendapatan Bukit Asam (PTBA) Turun Tipis 0,27% Sepanjang 2025

Dia melanjutkan, PTBA diyakini dapat menjadi emiten MIND ID dengan kinerja terunggul pada 2026 berkat momentum pemulihan harga batubara dan valuasi saham yang menarik.

Namun, secara umum tantangan utama bagi seluruh emiten MIND ID masih berkaitan dengan volatilitas harga komoditas global, risiko cost overrun pada penyelesaian proyek smelter, hingga tekanan kurs rupiah yang berdampak pada impor komponen.

Di lain pihak, Arinda memprediksi, ANTM dan INCO menjadi penopang kinerja bagi Grup MIND ID pada 2026 berkat eksposur komoditas nikel yang masih menjadi komoditas strategis dalam rantai pasok kendaraan listrik global. Faktor utama yang dapat menentukan kinerja emiten MIND ID antara lain dinamika harga komoditas global, efisiensi biaya, dan progres proyek hilirisasi.

Arinda menyebut saham ANTM dan INCO dapat dikoleksi investor dengan target harga masing-masing di level Rp 3.950 per saham dan Rp 8.000 per saham. 

Baca Juga: Pendapatan dan Laba Bersih Bukit Asam (PTBA) Menyusut Pada 2025

Sementara itu, Wafi menyebut saham PTBA, ANTM, dan INCO layak dipertimbangkan oleh investor dengan target harga masing-masing di level Rp 3.200 per saham, Rp 3.600 per saham, dan Rp 4.500 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×