kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.765.000   -24.000   -0,86%
  • USD/IDR 17.676   -60,00   -0,34%
  • IDX 6.319   -52,18   -0,82%
  • KOMPAS100 832   -10,94   -1,30%
  • LQ45 631   -4,14   -0,65%
  • ISSI 225   -2,77   -1,22%
  • IDX30 360   -1,39   -0,38%
  • IDXHIDIV20 449   1,48   0,33%
  • IDX80 96   -1,08   -1,12%
  • IDXV30 124   -0,84   -0,68%
  • IDXQ30 118   0,53   0,46%

Rupiah Menguat ke Rp 17.654 Per Dolar AS di Tengah Tekanan Konflik Timur Tengah


Rabu, 20 Mei 2026 / 18:02 WIB
Rupiah Menguat ke Rp 17.654 Per Dolar AS di Tengah Tekanan Konflik Timur Tengah
ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu (20/5/2026), setelah sempat tertekan dalam beberapa hari terakhir. ? (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Alya Fathinah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (20/5/2026), setelah sempat tertekan dalam beberapa hari terakhir. 

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup di level Rp 17.654 per dolar AS atau menguat 0,29% dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 17.703 per dolar AS. Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di level Rp 17.685 per dolar AS.

Pengamat pasar modal sekaligus Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Budi Frensidy mengatakan, penguatan rupiah dipicu langkah BI yang menaikkan suku bunga BI (BI Rate) sebesar 50 basis poin menjadi 5,25%. Kebijakan tersebut dinilai memberi sinyal kuat bahwa otoritas moneter serius menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Baca Juga: BI Kerek BI Rate untuk Jaga Stabilitas Rupiah, Tapi Tekanan Eksternal Masih Besar

"Selain itu, rupiah juga terbantu oleh ekspektasi bahwa pemerintah dan BI akan lebih serius menjaga stabilitas makro. Namun, penguatan masih terbatas karena dolar AS tetap kuat, yield US Treasury tinggi, dan harga minyak masih berada di level tinggi akibat konflik Iran," ujar Budi kepada Kontan pada Rabu (20/5/2026).

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, penguatan rupiah juga didorong oleh respons investor terhadap langkah pemerintah memangkas anggaran, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta keputusan BI yang dinilai di luar ekspektasi pasar.

"Rupiah ditutup menguat meski indeks dolar AS masih melanjutkan kenaikan. Penguatan didorong sentimen positif domestik, terutama keputusan BI menaikkan suku bunga sebesar 50 bps," kata Lukman.

Namun, menurut Lukman, pergerakan rupiah selanjutnya masih akan dipengaruhi sentimen eksternal. Pasar akan mencermati perkembangan terbaru terkait pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai konflik Iran serta risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang dirilis malam ini.

Budi menambahkan, arah dolar AS, pergerakan yield US Treasury, serta harga minyak dunia masih menjadi faktor utama yang menentukan arah rupiah pada perdagangan Kamis (21/5). Jika dolar AS dan yield obligasi AS tetap tinggi, tekanan terhadap rupiah diperkirakan kembali meningkat.

Baca Juga: XLSmart (EXCL) Absen Bagi Dividen, Begini Penjelasan Manajemen

Sebaliknya, apabila pasar menilai kenaikan BI Rate cukup kredibel untuk menarik aliran modal asing dan meredam tekanan di pasar valuta asing, rupiah berpeluang bertahan menguat secara terbatas.

Dari domestik, investor juga akan mencermati arus dana asing di pasar saham dan Surat Berharga Negara (SBN), stabilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), serta komunikasi pemerintah terkait kebijakan fiskal dan stabilitas nilai tukar.

Untuk perdagangan Kamis (21/5/2026), Lukman memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp 17.550-Rp 17.700 per dolar AS. Sementara Budi memproyeksikan rupiah berada di rentang Rp 17.600-Rp 17.700 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×