kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.824   -3,00   -0,02%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Kerap kena auto reject, saham BALI masuk UMA


Rabu, 19 Maret 2014 / 15:13 WIB
Kerap kena auto reject, saham BALI masuk UMA
ILUSTRASI. Pekerja menunjukkan kedelai yang akan didistribusikan ke pengusaha tempe dan tahu di Gudang FKS Multi Agro Bekasi, Jawa Barat, Senin (18/4/2022). ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/aww.


Reporter: Amailia Putri Hasniawati | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Setelah terus mengalami auto reject sejak pencatatan perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (13/3), otoritas bursa memasukkan saham PT Bali Towerindo Tbk (BALI) sebagai saham yang bergerak di luar kewajaran. Dengan kata lain, saham BALI masuk kategori unusual market activity (UMA).

Irvan Susandy, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI mengatakan, pihaknya tengah mencermati perkembangan harga dan aktivitas saham BALI. "Oleh karena itu, para investor diharapkan memperhatikan jawaban perusahaan atas permintaan konfirmasi BEI," ujarnya, Rabu (19/3).

Para investor juga diminta untuk mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya. Selain itu, rencana aksi korporasi juga patut dicermati.

Sejak mencatatkan sahamnya di BEI, saham BALI terus meroket. Bahkan, terus terkena batas atas harga yang ditentukan BEI. Ketika pertama kali dicatatkan, saham BALI ada di level Rp 400 per saham. 

Namun, hari ini hingga pukul 15.05 saham BALI ditransaksikan di posisi Rp 1.455 per saham. Tidak hanya sahamnya, waran BALI pun terbang. Dari harga Rp 400 per waran, kini harganya tembus Rp 1.410 per waran. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×