kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.970   57,00   0,32%
  • IDX 5.685   41,57   0,74%
  • KOMPAS100 735   6,79   0,93%
  • LQ45 558   4,69   0,85%
  • ISSI 198   1,15   0,59%
  • IDX30 316   1,97   0,63%
  • IDXHIDIV20 389   -0,08   -0,02%
  • IDX80 84   0,76   0,91%
  • IDXV30 106   -0,43   -0,40%
  • IDXQ30 102   0,26   0,25%

Kemenangan Biden dan berita vaksin Covid-19 kerek pergerakan rupiah di pekan ini


Jumat, 13 November 2020 / 19:50 WIB
ILUSTRASI. Sepekan rupiah menguat


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pekan ini, belum tentu akan berlanjut di pekan depan. Dimana, sepekan ini rupiah juga berhasil menguat berkat sentimen dari eksternal.

Berdasarkan data Bloomberg, Jumat (13/11), rupiah ditutup stabil di level Rp 14.170 per dolar AS. Ini membuat rupiah menguat 0,28% dalam sepekan. 

Setali tiga uang, data kurs tengah Bank Indonesia (JISDOR) mencatatkan penguatan 0,69% di pekan ini, setelah rupiah berada di level Rp 14.222 per dolar AS. 

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan, meskipun rupiah berhasil menguat dalam sepekan, namun muncul kekhawatiran investor akan kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam sepekan terakhir.

Baca Juga: IHSG menguat 2,35% selama sepekan ke level 5.461,06, ini sentimen pendorongnya

"IHSG naik cukup tinggi dalam sepekan, dan berpotensi terjadi profit taking. Jadi bisa saja rupiah berbalik melemah pekan depan," jelas dia kepada Kontan.co.id, Jumat (13/11). 

Sementara itu, penguatan rupiah dalam sepekan terakhir menurut Bhima lebih banyak dipengaruhi sentimen positif dari progres vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh Pfizer. Di mana, tingkat kesembuhan dalam uji cobanya relatif tinggi. 

Untuk itu, dengan semakin cepat vaksin diproduksi massal turut meningkatnya harapan akan pemulihan mobilitas masyarakat khususnya di negara maju dan mempercepat pemulihan ekonomi global. Selain itu, faktor seperti sentimen pemilu AS dan spekulasi isi kabinet Joe Bidden serta program dalam jangka pendek masih menjadi sentimen positif di pasar. 

Dari sentimen domestik, pergerakan mata uang Garuda lebih dipengaruhi oleh rilis data indeks penjualan riil yang negatif, rilis pertumbuhan ekonomi kuartal-III 2020, serta progres pencairan stimulus PEN Rp 695,2 triliun yang per 9 November baru terealisasi Rp 383,01 triliun atau 55,1%. 

"Itu membuat skeptis pelaku pasar terhadap pencairan dana PEN hingga akhir tahun yang mencapai 100%," pungkas dia.

Selanjutnya: Rupiah menguat 0,28% di pekan ini, berikut sentimen yang mempengaruhinya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×