kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.940   93,00   0,52%
  • IDX 5.960   -235,51   -3,80%
  • KOMPAS100 790   -34,51   -4,19%
  • LQ45 596   -22,94   -3,70%
  • ISSI 207   -7,61   -3,55%
  • IDX30 338   -11,21   -3,21%
  • IDXHIDIV20 418   -10,10   -2,36%
  • IDX80 90   -3,87   -4,14%
  • IDXV30 114   -3,30   -2,81%
  • IDXQ30 109   -3,06   -2,72%

Kebijakan Trump Dinilai Bisa Kurangi Minat Investasi Obligasi di Negara Berkembang


Kamis, 12 Desember 2024 / 21:00 WIB
Kebijakan Trump Dinilai Bisa Kurangi Minat Investasi Obligasi di Negara Berkembang
ILUSTRASI. Pialang memantau pergerakan perdagangan saham di Jakarta, Senin (3/6/2024). PT Schroder Investment Management Indonesia (Schroder Indonesia) memandang pasar obligasi akan tertekan kuatnya dolar AS pada tahun 2025.


Reporter: Akmalal Hamdhi | Editor: Noverius Laoli

Pembiayaan utang bersih juga diperkirakan akan meningkat menjadi Rp 643 triliun pada tahun 2025 dari Rp 452 triliun yang diperkirakan pada tahun 2024.

Selain itu, penggunaan SAL untuk membantu penerbitan obligasi tahun ini sebesar Rp 150 triliun akan membuat pemerintah memiliki lebih sedikit kelebihan kas pada akhir 2025.

Sebagai kesimpulan, Schoder akan lebih defensif pada pasar obligasi di tahun 2025 karena melihat risiko pelemahan rupiah. The Fed bisa menjadi kurang akomodatif, sehingga Bank Indonesia akan kesulitan untuk melonggarkan kebijakan.

Baca Juga: Reksadana Pasar Uang Diuntungkan Saat Risiko Suku Bunga Meningkat

Selain itu, kebutuhan refinancing yang tinggi di pasar SUN dapat menimbulkan risiko pasokan. Sisi positifnya, investor ritel akan terus tumbuh seiring dengan meningkatnya penerbitan surat utang di tahun depan.

‘’BI mungkin akan kesulitan untuk memangkas suku bunga jika Presiden Trump menekan kebijakan yang akan berdampak meningkatkan inflasi karena hal ini akan menyebabkan the Fed menjadi kurang akomodatif. BI mungkin akan terus memanfaatkan SRBI sebagai sinyal kepada pasar apakah mereka ingin melonggarkan atau mengetatkan kebijakan,’’ jelas Schroder.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×