kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.887.000   7.000   0,24%
  • USD/IDR 16.850   -59,00   -0,35%
  • IDX 8.951   -41,17   -0,46%
  • KOMPAS100 1.235   -4,75   -0,38%
  • LQ45 874   -1,52   -0,17%
  • ISSI 329   -0,59   -0,18%
  • IDX30 449   0,67   0,15%
  • IDXHIDIV20 532   3,66   0,69%
  • IDX80 137   -0,49   -0,35%
  • IDXV30 148   1,36   0,93%
  • IDXQ30 144   0,72   0,50%

Kasus baru corona masih menekan kurs rupiah sepekan ini


Jumat, 04 September 2020 / 18:13 WIB
Kasus baru corona masih menekan kurs rupiah sepekan ini
ILUSTRASI. Jumat (4/9), kurs rupiah spot berada di Rp 14.750 per dolar Amerika Serikat (AS), menguat 0,19%.


Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan nilai tukar rupiah sepekan terakhir masih melemah. Tekanan pelemahan rupiah ini terutama berasal dari faktor global.

Jumat (4/9), kurs rupiah spot berada di Rp 14.750 per dolar Amerika Serikat (AS), menguat 0,19%. Dalam sepekan, kurs rupiah masih melemah 0,81% dari posisi Rp 14.632 per dolar AS.

Jakarta interbank spot dollar rate (Jisdor) hari ini pun menguat 0,17% ke level Rp 14.792 per dolar AS. Dalam sepekan, kurs Jisdor masih tercatat melemah 0,61% dari posisi Rp 14.702 per dolar AS pekan lalu.

Baca Juga: Rupiah menguat ke Rp 14.750 per dolar AS pada Jumat (4/9), melemah 0,81% sepekan

Analis Pasar Uang Bank Mandiri Reny Eka Putri mengatakan, perbaikan data ekonomi AS menjadi salah satu penyebab tekanan kurs rupiah. "Pelemahan didorong capital outflow dan ekspektasi data ekonomi AS yang mulai membaik," kata Reny kepada Kontan.co.id, Jumat (4/9). 

Dari dalam negeri, kasus baru virus corona yang menyentuh rekor tiap hari turut menambah tekanan bagi rupiah. "Sebenarnya (pelemahan) technical correction juga. Seharusnya, dalam jangka pendek bisa menguat kembali," ujar Reny.

Selanjutnya: BI prediksi terjadi lagi deflasi 0,01% pada bulan September 2020

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×