Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meski harga aset kripto bergerak sideways, prospeknya dipandang tetap positif. Minat investor institusi menjadi pendorongnya.
Crypto Analyst Reku Fahmi Almuttaqin menuturkan, ada potensi akuisisi Bitcoin sebesar US$ 1,5 miliar. Ini seusai GameStop (GME) yang telah menutup penawaran obligasi konversi senilai US$ 1,3 miliar, termasuk opsi greenshoe sebesar US$ 200 juta.
Ia menilai bahwa dengan mempertimbangkan kebijakan investasi baru yang telah disetujui oleh dewan direksi pada acara pelaporan pendapatan kuartal IV GameStop, terdapat kemungkinan bahwa dana hasil penjualan obligasi tersebut akan digunakan untuk membeli Bitcoin.
Baca Juga: Harga Bitcoin (BTC) Anjlok, Nilai Altcoin Ikut Terkoreksi
Lanjutnya, perkembangan ini semakin memperkuat tren Bitcoin di kalangan investor institusi, terlepas dari situasi pasar yang ada saat ini. "Dengan besaran dana yang ada, perusahaan tersebut mungkin akan mengakuisisi Bitcoin dengan cara akumulasi bertahap," tulisnya dalam riset, Rabu (2/4).
Menurutnya, adanya potensi pembelian dari GameStop juga dapat turut memperkuat level-level support harga Bitcoin. Alhasil, dapat mencegah harga Bitcoin untuk turun signifikan dalam waktu yang singkat.
Harga Bitcoin tetap stabil dengan kenaikan yang moderat dalam 24 jam terakhir. Berdasarkan coinmarketcap, harga Bitcoin berada di US$ 84.330 atau naik 0,88% dalam 24 jam terakhir pada Rabu (2/4) pukul 15.07 WIB.
Selanjutnya: Clipan Finance Sebut Cara Penagihan pada Nasabah Sudah Sesuai Aturan yang Berlaku
Menarik Dibaca: Jogja Masih Diguyur Hujan, Pantau Prakiraan Cuaca Besok (3/4)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News