kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Kalah pamor, bukan berarti waran tak menarik


Senin, 05 Februari 2018 / 19:50 WIB
ILUSTRASI. Layar Elektronik Pergerakan Saham di BEI


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pamor waran masih tak semenarik saham. Meski demikian, bukan berarti waran tak menarik. Masih banyak investor yang tak mau ketinggalan manisnya waran, salah satunya, Henry.

Henry mengaku pernah beberapa kali meraup cuan dari beberapa waran yang pernah dia pegang. "Karena spread harga waran bisa lebih menarik dibanding harga sahamnya," ujarnya, Senin.

Misalkan, harga saham A Rp 200 per saham dengan harga waran Rp 100 per saham. Teorinya, ketika harga saham naik jadi Rp 250, maka harga waran juga naik dengan poin yang sama jadi Rp 150 per waran.

"Tapi, kadang bisa naik hingga di atas Rp 150 per waran, karena ada ekspektasi sahamnya bisa naik di atas Rp 250," jelas Henry.

Oleh sebab itu, menurut investor ritel yang berdomisili di Jakarta ini, strategi memilih waran tak berbeda jauh dengan saham. Rajin-rajin mengecek fundamental emiten, karena harga saham sangat dipengaruhi oleh hal ini, sedangkan harga waran mengacu ke harga saham.

"Makanya kalau ada cerita yang kejeblos di waran, itu karena biasanya mereka lupa konversi atau memang salah pilih waran," jelas Henry.

Soal waktu, ia tak memiliki strategi khusus kapan menggenggam waran. Henry pernah memegang waran hanya sehari, bahkan pernah sampai seminggu. "Tergantung time frame masing-masing," pungkas Henry.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×