kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.017   26,00   0,15%
  • IDX 7.092   -5,39   -0,08%
  • KOMPAS100 977   0,13   0,01%
  • LQ45 717   -1,48   -0,21%
  • ISSI 252   2,66   1,07%
  • IDX30 389   -2,31   -0,59%
  • IDXHIDIV20 489   0,39   0,08%
  • IDX80 110   0,25   0,22%
  • IDXV30 136   2,13   1,58%
  • IDXQ30 127   -0,98   -0,77%

JP Morgan Kerek Target IHSG ke Level 8.600 Pada Akhir 2025


Selasa, 30 September 2025 / 15:05 WIB
JP Morgan Kerek Target IHSG ke Level 8.600 Pada Akhir 2025
ILUSTRASI. JP Morgan mengerek target IHSG bisa tembus 8.600 pada akhir tahun 2025 mendatang


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. JP Morgan memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa melesat ke level 8.600 pada akhir tahun  2025. Target ini lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya di kisaran 7.500—8.000. 

Head of Indonesia Research & Strategy JP Morgan Indonesia Henry Wibowo menjelaskan, penguatan IHSG didorong oleh investor ritel dan domestik yang tercermin dari tingkat partisipasi ritel sebesar 50%–52% pada Juli dan Agustus. 

Sementara itu, dana investor asing justru masih mencatatkan net sell. Ini mencerminkan ketidakpastian domestik dan proyeksi pertumbuhan EPS di tahun buku 2025 yang negatif. 

“Kondisi ini menciptakan basis ekspektasi yang rendah saat Indonesia memasuki siklus pelonggaran fiskal dan moneter global dalam 6 bulan ke depan,” tulis Henry dalam riset yang diterima KONTAN, Selasa (30/9/2025). 

Baca Juga: IHSG Melemah ke 8.096,3 di Sesi Pertama (30/9), INDF, ARTO, EXCL Jadi Top Losers LQ45

Outflow asing sejak awal tahun mencapai sekitar US$ 3 miliar. Namun  Henry menilai situasi makro diperkirakan akan lebih konstruktif. Apalagi Bank Indonesia (BI) telah memangkas suku bunga acuan sebesar 125 bps sejak awal tahun. 

Menurutnya, likuiditas jangka pendek akan meningkat melalui proyeksi pemangkasan suku bunga tambahan dua kali masing-masing 25 bps pada Oktober atau November. Lalu, realokasi saldo anggaran (SAL) kepada bank BUMN. 

“Secara global, siklus pelonggaran fiskal dan moneter akan mendukung ekuitas Asia. Risiko yang harus diawasi adalah tekanan pada rupiah, yang melemah sekitar 2% sejak pemangkasan suku bunga terakhir,” kata Henry. 

 

Dari pilihan sektor, JP Morgan mengerek peringkat sektor industri menjadi overweight. Lalu menurunkan rating sektor energi menjadi underweight karena outlook pasokan dan permintaan batubara yang lemah.

JP Morgan tetap mempertahankan peringkat overweight pada sektor konsumer karena stimulus pemerintah difokuskan pada konsumsi. Lebih lanjut saham pilihannya jatuh pada, BBCA, AMRT, ICBP, MAPI, ISAT, GOTO, ASII, CTRA, PWON, ATNM.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×